"Janganlah engkau memeras pekerja harian yang miskin dan menderita, baik ia saudaramu maupun seorang asing yang ada di negerimu, di dalam tempatmu." ―Ulangan 24:14
Biasanya jamannya sekolah atau kuliah dulu, kita pasti banget pernah
mendengar kata “Bullying”, ya kan? Siapa disini yang pernah dibully? Atau
disini ada yang pernah membully atau yang suka membully? Hayoo! Nah untuk kita
yang pernah di bully di jaman sekolah dulu, pastinya kita mengalami berbagai
macam perasaan negatif atau bahkan traumatic yang cukup dalam dan cukup lama.
Tapi, mungkin kita perlu pertolongan Tuhan untuk bisa memulihkan trauma yang
mendalam tersebut dan kita bisa sharingkan apa yang kita rasakan sehingga itu
tidak menjadi beban yang terlalu berat dalam hidup kita. Karena bagaimana pun
juga, life must go on. Jadi, kita
perlu untuk tetap semangat dan punya gairah selalu untuk semakin menjadi serupa
seperti Tuhan Yesus dan cobalah untuk belajar memaafkan teman-teman kita yang
tidak memperlakukan kita dengan semestinya, berdoalah supaya hati kita
dipulihkan dan orang itu pun dipimpin Tuhan untuk mengalami perubahan seperti
yang Tuhan mau.
Nah, untuk mereka-mereka yang suka nih nge-bully atau pernah nih nge-bully
teman kita atau orang di sekitar kita. Kita perlu memahami kalau kita bukan
siapa-siapa yang berhak untuk menilai atau menghina orang lain. Kita gak punya
apapun yang kita miliki untuk bisa menindas dan memeras siapapun. No. No. No.
Kita bukan anak yang seperti itu kan? Kalau terdapat teman kita yang lebih
lemah dibandingkan kita, kita perlu membantu, menolong, dan merangkulnya dengan
baik. Ajaklah mereka untuk bermain, berdiskusi, belajar bersama, bukan untuk
dimanfaatkan atau diperlakukan supaya kita mendapatkan keuntungan untuk diri
kita sendiri. No. No. No. Kita bukan anak Tuhan yang seperti itu, jadi ayo kita
belajar untuk membantu, menolong, dan merangkul teman-teman kita dengan kasih,
bukan untuk kepentingan pribadi kita sendiri.
