Florist`s diary
Selama kita hidup di dunia ini. Kita pasti memiliki fokus-fokus tertentu dalam hidup kita. Ada yang sedang fokus dalam studi. Ada yang sedang fokus pada karirnya, dan fokus-fokus yang lainnya. Kadang saking fokusnya kita pada sesuatu yang kita kerjakan saat ini. Kita lupa memikirkan sesuatu yang pasti di dunia ini. Apa ya sesuatu yang pasti itu? Menurutku, sesuatu yang pasti di dunia ini atau bahkan menjadi satu-satunya hal yang pasti di dunia ini adalah kematian. Wah, serem banget sih kok mikirin kematian? Iya, karena masih banyak orang yang menganggap hal tersebut tabu dan tidak perlu dipikirkan padahal itu menjadi sesuatu yang penting karena cepat atau lambat kita pasti akan menghadapinya. Kenapa ya masih banyak orang yang menganggap itu hal yang tabu dan seram? Menurutku, kalau selama hidup kita melakukan hal yang baik-baik dan melakukan apa yang menjadi kehendak-Nya, kenapa mesti memandang kematian itu sesuatu yang menakutkan? Justru sebaliknya, kepulangan kita menjadi hal yang kita nanti-nantikan, lho! Hah? Kok bisa di nanti-nantikan? Iya, karena kita akan bertemu dengan Tuhan kita, yang sudah menjaga dan memberikan yang terbaik dalam hidup kita. Masalahnya, kita sudah memberikan yang terbaik belum untuk Dia?
Biar gak tambah takut dan merasa aku belum sesiap itu untuk dipanggil pulang. Coba kita baca ayat ini, dijamin jadi gak takut lagi!
Janji mengenai langit yang baru dan bumi yang baru
Biar gak tambah takut dan merasa aku belum sesiap itu untuk dipanggil pulang. Coba kita baca ayat ini, dijamin jadi gak takut lagi!
65:17 "Sebab sesungguhnya, Aku menciptakan langit yang baru dan bumi yang baru; hal-hal yang dahulu tidak akan diingat lagi, dan tidak akan timbul lagi dalam hati. 65:18 Tetapi bergiranglah dan bersorak-sorak untuk selama-lamanya atas apa yang Kuciptakan, sebab sesungguhnya, Aku menciptakan Yerusalem penuh sorak-sorak dan penduduknya penuh kegirangan. 65:19 Aku akan bersorak-sorak karena Yerusalem, dan bergirang karena umat-Ku; di dalamnya tidak akan kedengaran lagi bunyi tangisan dan bunyi erangpun tidak. 65:20 Di situ tidak akan ada lagi bayi yang hanya hidup beberapa hari atau orang tua yang tidak mencapai umur suntuk, sebab siapa yang mati pada umur seratus tahun masih akan dianggap muda, dan siapa yang tidak mencapai umur seratus tahun akan dianggap kena kutuk. 65:21 Mereka akan mendirikan rumah-rumah dan mendiaminya juga; mereka akan menanami kebun-kebun anggur dan memakan buahnya juga. 65:22 Mereka tidak akan mendirikan sesuatu, supaya orang lain mendiaminya, dan mereka tidak akan menanam sesuatu, supaya orang lain memakan buahnya; sebab umur umat-Ku akan sepanjang umur pohon, dan orang-orang pilihan-Ku akan menikmati pekerjaan tangan mereka. 65:23 Mereka tidak akan bersusah-susah dengan percuma dan tidak akan melahirkan anak yang akan mati mendadak, sebab mereka itu keturunan orang-orang yang diberkati TUHAN, dan anak cucu mereka ada beserta mereka. 65:24 Maka sebelum mereka memanggil, Aku sudah menjawabnya; ketika mereka sedang berbicara, Aku sudah mendengarkannya. 65:25 Serigala dan anak domba akan bersama-sama makan rumput, singa akan makan jerami seperti lembu dan ular akan hidup dari debu. Tidak ada yang akan berbuat jahat atau yang berlaku busuk di segenap gunung-Ku yang kudus," firman TUHAN.
Nah, ternyata Tuhan menyediakan “langit yang baru dan bumi yang baru” untuk kita. Nah, selengkapnya tentang “langit yang baru dan bumi yang baru” ada di ayat ini lho. Yuk, kita baca!
Langit yang baru dan bumi yang baru
21:1 Lalu aku melihat langit yang baru dan bumi yang baru, sebab langit yang pertama dan bumi yang pertama telah berlalu, dan lautpun tidak ada lagi. 21:2 Dan aku melihat kota yang kudus, Yerusalem yang baru, turun dari sorga, dari Allah, yang berhias bagaikan pengantin perempuan yang berdandan untuk suaminya. 21:3 Lalu aku mendengar suara yang nyaring dari takhta itu berkata: "Lihatlah, kemah Allah ada di tengah-tengah manusia dan Ia akan diam bersama-sama dengan mereka. Mereka akan menjadi umat-Nya dan Ia akan menjadi Allah mereka. 21:4 Dan Ia akan menghapus segala air mata dari mata mereka, dan maut tidak akan ada lagi; tidak akan ada lagi perkabungan, atau ratap tangis, atau dukacita, sebab segala sesuatu yang lama itu telah berlalu. " 21:5 Ia yang duduk di atas takhta itu berkata: "Lihatlah, Aku menjadikan segala sesuatu baru! " Dan firman-Nya: "Tuliskanlah, karena segala perkataan ini adalah tepat dan benar. " 21:6 Firman-Nya lagi kepadaku: "Semuanya telah terjadi. Aku adalah Alfa dan Omega, Yang Awal dan Yang Akhir. Orang yang haus akan Kuberi minum dengan cuma-cuma dari mata air kehidupan. 21:7 Barangsiapa menang, ia akan memperoleh semuanya ini, dan Aku akan menjadi Allahnya dan ia akan menjadi anak-Ku. 21:8 Tetapi orang-orang penakut, orang orang yang tidak percaya, orang-orang keji, orang-orang pembunuh, orang-orang sundal, tukang-tukang sihir, penyembah-penyembah berhala dan semua pendusta, mereka akan mendapat bagian mereka di dalam lautan yang menyala-nyala oleh api dan belerang; inilah kematian yang kedua."
>Nah, keren banget gak tuh “langit yang baru dan bumi yang baru” itu? Gak ada lagi ratap tangis dan dukacita lho! Masalahnya kadang kita gak fokus ke situ. Kadang kita cuma fokus sama diri kita sendiri. Kadang kita cuma fokus gimana caranya supaya semua kebutuhan dan bahkan keinginan terpenuhi dengan baik. Karena kita fokusnya ke kebutuhan dan keinginan kita, kadang kita jadi suka nge-blank! Hah? Kok nge-blank? Iya, nge-blank! Jadi pengen dapet banyak, jadi pengen sikut kanan sikut kiri buat dapetin sesuatu, atau ada gak ya yang jadi ngelakuin segala bentuk macam cara yang negatif untuk dapet yang lebih, atau nih yang lebih keji misalnya menjatuhkan orang lain atau menjelekkan orang lain, supaya orang lain tuh dinilai jelek atau bahkan dapet hal-hal yang buruk! Waduh, jangan sampai kita nge-blank! Makanya, supaya kita gak nge-blank yang tadinya fokus kita itu untuk “diri kita sendiri” diubah jadi fokusnya itu untuk Pencipta kita, untuk “langit yang baru dan bumi yang baru” yang kita baca tadi! Lihatlah betapa indahnya langit itu dan suatu hari nanti kita pasti pulang lho. Jangan sampai kita pulangnya gak ke “langit baru dan bumi baru” itu!
Maka, kalau fokus kita ada di “langit” itu. Apapun yang kita lakukan, kita lakukannya untuk Pencipta kita. Kalau kita melakukan untuk Pencipta kita. Kita pasti jadi orang yang baik. Kita pasti bekerja memberikan yang terbaik. Kita pasti bisa memiliki relasi yang baik dengan orang lain. Kita pasti mengusahakan diri kita untuk menjadi manusia sebaik-baiknya. Jadi, udah gak kepikiran lagi untuk ngelakuin sesuatu yang negatif. Udah gak kepikiran lagi sikut kanan sikut kiri untuk dapetin sesuatu. Udah gak kepikiran lagi untuk menjatuhkan atau menilai negatif orang lain. Udah gak kepikiran lagi. Karena yang ada dipikirannya cuma satu, “ aduh, langit yang baru dan bumi yang baru itu indahnya bukan main. Apakah di sana ada ya orang kayak aku saat ini? “ Nah lho! Kadang aku mikir kayak gitu, untuk mengoreksi diriku sendiri setiap waktu. “ ada gak ya orang ‘kayak aku’ di sana?” nah, “kayak aku” nya itu coba kita sebutkan di masing-masing diri kita saat ini. “kayak aku” yang begini, yang begitu, yang begini dan begitu. Kalau kita merasa ah kayaknya gimana ya... untuk itulah selama masih diberi kesempatan hidup menumpang di bumi, selama itu pula kita mengusahakan diri kita untuk menjadi orang yang baik dan layak untuk berada di Sana.
Aku berpikir, kalau kita memfokuskan diri kita pada perkara-perkara yang di Atas. Gak mungkin Pencipta kita menelantarkan kita. Gak mungkin! Orang selama kita hidup, kita hidup untuk-Nya kok. Pasti kebutuhan kita akan terpenuhi. Pasti segala macam hal yang baik akan datang menghampiri hidup kita. Jadi, gak perlu khawatir gak bisa beli ini, gak bisa beli itu. Gak punya ini, gak punya itu. Gak perlu memikirkan itu. Pikirkan aja apa ya yang terbaik yang bisa aku lakukan selama aku hidup, dengan niat melakukannya untuk Pencipta kita. Pasti kita akan dipelihara-Nya, pasti kita akan diberkati-Nya. Ada lagi satu ayat ini:
37:25 Dahulu aku muda, sekarang telah menjadi tua, tetapi tidak pernah kulihat orang benar ditinggalkan, atau anak cucunya meminta-minta roti; 37:26 tiap hari ia menaruh belas kasihan dan memberi pinjaman, dan anak cucunya menjadi berkat.
Nah lho! Gak mungkin orang benar ditinggalkan apalagi anak cucunya meminta-minta roti. Jadi, sudahlah. Arahkan hati dan fokus kita pada “langit yang baru dan bumi yang baru”, setiap hari rasanya “apa ya hal baik yang bisa ku lakukan hari ini?”, “siapa yang bisa aku bantu hari ini?”
Jadi, yuk kita geser fokus kita. Jadi berfokus ke “langit yang baru dan bumi yang baru” supaya kita selalu melakukan yang terbaik dalam hidup kita. Hidup di dunia ini, hanya untuk menabur apa yang baik. Maka, mari kita ramaikan kehidupan ini dengan kebaikan-kebaikan yang bisa kita lakukan.
