Di Desa dekat perbukitan, tinggallah seorang anak kecil bernama Kanara. Ia tinggal bersama neneknya yang selalu menemani Kanara, mereka tinggal di sebuah desa yang cukup indah, dengan keramahan sosial, dan fasilitas yang cukup sederhana namun semua yang dibutuhkan tersedia dengan baik. Kanara adalah anak yang baik. Ia masih berumur 5 tahun. Kanara selalu riang dan gembira bermain bersama neneknya.
Di suatu hari saat Kanara sedang bermain, Kanara melihat ada gerak-gerik suatu benda. Kanara penasaran untuk mengetahui benda tersebut yang bergerak ke kiri dan ke kanan. Lalu, Kanara mendekati benda tersebut dan ternyata benda itu adalah kepompong. Kanara mengamati kepompong itu dan melihat seekor kupu-kupu mungil sedang beranjak untuk keluar dari kerangka kepompong tersebut. Namun, Kanara merasa iba melihat kupu-kupu mungil itu karena kupu-kupu itu seperti sulit sekali untuk keluar dari kerangka kepompong itu. Kupu-kupu itu berusaha untuk mengepakkan sayapnya untuk keluar dari kerangka kepompong, tapi rasanya lama sekali sampai Kanara berusaha untuk membuka sedikit kerangka kepompong itu. Akhirnya kupu-kupu mungil itu berhasil keluar dari kerangka kepompong, Kanara pun terlihat senang melihat kupu-kupu mungil itu berhasil keluar dari kepompong. Tapi, Kanara melirik lagi kupu-kupu mungil itu. Kupu-kupu mungil itu seperti tidak bisa berdiri dengan tegak dan tidak bisa terbang. Kupu-kupu tersebut berjalan tertatih-tatih dengan tidak seimbang. Kanara pun sedih melihat kupu-kupu itu, lalu memanggil neneknya.
Kanara pun menceritakan apa yang terjadi pada kepompong kecil dan kupu-kupu mungil itu. Ia menceritakan bahwa Ia sedih melihat kupu-kupu mungil itu terasa sulit sekali untuk keluar dari kepompong, lalu Kanara membantunya dengan sedikit membuka kerangka kepompong itu dan kupu-kupu mungil itu bisa keluar dari kepompong. Namun, kupu-kupu mungil itu tidak bisa berdiri dengan tegak dan tidak bisa terbang.
Lalu, nenek meraih Kanara dalam pelukkannya dan berkata, “Kanara, ketika kupu-kupu mungil itu ada dalam kepompong dan berusaha untuk keluar dari kerangka kepompong itu sebenarnya saat itulah kupu-kupu mungil itu berusaha untuk bisa hidup di luar kepompong itu. Saat Ia berusaha untuk mengepakkan sayapnya dengan keras, saat ia berusaha untuk keluar dari kepompong, saat itulah ia melatih sayapnya untuk bisa bergerak dan terbang. Seperti halnya kupu-kupu mungil, Kanara, demikian pula hidup ini. Dalam hidup kita perlu melewati setiap proses kehidupan kita dengan baik. Ketika Kanara di usia 5 tahun, Kanara harus berproses dengan baik sampai Kanara bisa tumbuh dewasa dan menghadapi kehidupan ini dengan bijaksana. Ada saat dalam proses tersebut Kanara merasa sulit dan merasa seperti tidak mampu, tapi justru saat itulah Kanara diuji dan ditempa untuk bisa menghadapi dunia di luar sana nanti, Kanara.”
Kanara mengangguk mengerti dan menatap kupu-kupu mungil itu dengan sedih, namun seperti memiliki arti maaf dan terima kasih. Maaf karena mengganggu proses kupu-kupu mungil tersebut untuk bertahan hidup dan terima kasih karena sudah mengajarkan Kanara makna proses dalam hidup.
Kanara
dan nenek berharap kupu-kupu mungil tersebut punya banyak cara lainnya untuk
tetap bertahan hidup. Seperti halnya kehidupan ini, kita punya banyak cara
untuk tetap bertahan hidup.
