Biarlah Kehendak-Mu yang Terjadi

Sebagai seorang manusia yang memiliki kebutuhan, kita harus bekerja setiap hari untuk memenuhi kebutuhan tersebut. Apa lagi bagi seorang pria, ia dituntut untuk bisa memenuhi kebutuhan keluarganya, tak jarang juga ada perempuan yang juga harus berkarir untuk bertahan menghidupi diri dan keluarganya. Namun, kadang dunia membuat kita merasa khawatir dengan kondisi yang sedang kita jalani, entah mungkin pekerjaan yang tidak sesuai, entah mungkin penghasilan yang tidak mencukupi, atau keadaan lainnya yang membuat kita resah. Apakah kita bisa memenuhi setiap kebutuhan kita. Kadang karena terlalu khawatir kita bisa melakukan segala cara agar kebutuhan tersebut bisa terpenuhi. Kalau pun kita tidak sampai melakukan hal yang negatif. Pikiran dan perasaan kita terganggu dengan kebutuhan di masa depan yang mungkin tidak pasti bisa terpenuhi atau tidak.

Tetapi aku menyadari satu hal yang menjadi karakter Tuhan, bahwa Tuhan pasti akan memenuhi segala sesuatu yang kita butuhkan. Hanya saja pikiran kita tertutup akan hal itu, kita selalu mengandalkan kekuatan kita sendiri dan tidak sepenuhnya bergantung pada Tuhan. Tetapi ada yang menarik, bahwa orang yang sungguh-sungguh menjalani hidup ini bersama Tuhan, pasti segala sesuatunya bisa dilewati dengan baik.

“Dahulu aku muda, sekarang telah menjadi tua, tetapi tidak pernah kulihat orang benar ditinggalkan, atau anak cucunya meminta-minta roti” – Mazmur 37:25

Kadang aku berpikir bahwa hidup ini hanya perlu dijalani bersama dengan Tuhan Yesus. Dalam setiap keadaan, baik dan buruknya, panas dan dinginnya, mestinya kita menyadari kehadiran Tuhan dalam hidup kita. Kalau kita terfokus sama Tuhan, kita pasti terfokus pada Siapa yang memiliki kehidupan ini. Artinya, kita akan meyakini bahwa segala sesuatu ada dalam kontrol dan kuasa-Nya yang sangat baik. Sekalipun kita tidak begitu mengerti jalan-jalan Nya.

Kita perlu berbalik arah dari keraguan kita akan kebutuhan yang terpenuhi atau tidak dengan meyakini bahwa Tuhan akan mencukupkan segala sesuatu. Kita perlu melihat selama beberapa tahun kebelakang perjalanan hidup kita, apakah benar Tuhan tidak mencukupkan kehidupan kita? Kita perlu mengkaji ulang kekhawatiran kita, apakah Tuhan tidak menyertai kita sejauh ini?

“Sebab itu insaflah dengan segenap hatimu dan segenap jiwamu, bahwa satu pun dari segala yang baik yang telah dijanjikan kepadamu oleh TUHAN, Allahmu, tidak ada yang tidak dipenuhi. Semuanya telah digenapi bagimu. Tidak ada satupun yang tidak dipenuhi.” – Yosua 23:14

Mungkin kita perlu menyerahkan segala sesuatu kepada-Nya. Segala keraguan, kekhawatiran, dukacita, bahkan amarah yang kita pendam dan membiarkan kehendak-Nya yang terjadi dalam hidup kita.

“ I yield everything, I don’t have my grip on anything, I want Your perfect will in my life. I’ve surrendered my will to You. I want to have Your will in my life” – Dr. Charles Stanley

Biarlah kehendak-Nya yang terjadi dalam hidup kita, bukan kehendak kita. Apapun yang Dia inginkan terjadi dalam hidup kita, biarlah terjadi. Untuk apapun yang akan Dia berikan, marilah membuka diri kita untuk siap menerima apapun yang menjadi keputusan-Nya. Di atas segala sesuatu yang aku inginkan dalam hidup ini, aku lebih menginginkan apa yang Kau inginkan.

“Lord, I want Your will. Not my will but Your will, whatever You want in my life’s what I want. Whatever You want out of my life, I wanted out of my life. Above everything else I want Your will to be done in my life” – Dr. Charles Stanley

Ketika kita menyerahkan kehidupan kita sepenuhnya kedalam tangan-Nya, kehidupan yang terbaik akan dimulai.

“When you surrender your life to Christ fully, life begins at its best” – Dr. Charles Stanley