Maksudku ialah:
hiduplah oleh Roh, maka kamu tidak akan menuruti keinginan daging.
(Galatia 5:16)
Di dunia ini kita dipenuhi beragam hal yang mengisi diri kita, hal-hal tersebut membentuk jalur berpikir yang menguasai diri kita sehingga kadang kita menginginkan sesuatu diluar dari kemampuan kita yang akan melahirkan hal yang tidak baik dan merugikan orang lain, tak hanya itu, kita juga kadang seringkali ingin mengikuti maunya kita sendiri, terkadang kalau ada masalah sama orang lain suka mau marah, maki-maki, berkata kotor dan menuruti keinginan daging kita, rasanya kita mau melampiaskan semua kekesalan dalam diri kita yang menciptakan dosa. Sebenarnya marah itu boleh gak sih? Kalau kita baca di ayat Efesus 4:26-27 bunyinya, “Apabila kamu menjadi marah, janganlah kamu berbuat dosa: janganlah matahari terbenam, sebelum padam amarahmu dan janganlah beri kesempatan kepada Iblis.”
Kalau kita mau marah janganlah sampai berbuat dosa, kita harus
mengendalikan diri kita untuk tidak menuruti keinginan daging kita yang mau
maki-maki dan berkata kotor pada orang lain. Nah, gimana sih caranya supaya
kita gak menuruti keinginan daging kita? Kalau kita baca di ayat perikop kita
hari ini, dikatakan, hiduplah oleh Roh. Maka, hidup kita harus dipenuhi oleh
Roh yang menguasai diri kita, ya bagaimana ya caranya supaya hidup kita
dipenuhi oleh Roh? Ya tentunya berada selalu dekat dengan sumber Roh itu
sendiri dengan membaca alkitab, berdoa, dan mendengarkan firman Tuhan. Jangan
sampai diri kita dipenuhi oleh ‘roh’ lain yang membuat kita menjadi monster!
Jadi yuk, sebelum roh lain itu terparti di dalam diri kita dan menjadi sebuah
pribadi, kita latih diri kita untuk selalu dipenuhi roh dengan dekat terus sama
sumber Roh itu.
