"Aku hendak mengajar dan menunjukkan kepadamu jalan yang harus kautempuh; Aku hendak memberi nasihat, mata-Ku tertuju kepadamu." ―Mazmur 32:8
“Sering ‘ku tak mengerti jalan-jalan-Mu Tuhan.. Bagai di belantara yang
kelam.. Tanpa seribu tanya, namun tetap percaya… Jejak-Mu Tuhan sungguh
sempurna”, hayo siapakah yang belum tahu lagu “Jejak-Mu Tuhan” ini? Lagu ini
pas banget buat kita yang merasa kalau, “berat banget ya hidup aku”, atau
“kenapa sih gini banget hidup”, atau lagi “udahlah, nyerah ajalah”. Sering
banget kita bertanya-tanya mengapa dan bagaimana dalam hidup, Ketika kita
mengalami banyak hal yang pahitnya bukan main, sedihnya tak keruan, galaunya
bukan kepalang. Tapi, cobalah kita menilik diri kita sehari, seminggu, sebulan,
setahun, atau bahkan sepuluh tahun yang lalu. Apakah ada hal-hal yang tidak
bisa kita lewati? Apakah ada hal-hal yang rasanya seperti Tuhan meninggalkan
kita? Hmm. Kayaknya kalau kita menilik jejak Tuhan selama ini, gak ada ya.
Saat merasa galau, sedih, berat, dan mau menyerah, kita memang terfokus
pada perasaan yang kita alami tersebut, itu adalah hal yang wajar. Namun, sediakanlah
waktu untuk duduk diam, berdoa, dan berpikir ulang, kalau gak ada kok hal-hal
buruk yang buruknya kebangetan melebihi kemampuan kita, gak ada kok hal-hal
yang pahitnya keterlaluan sampai kita lupa kalau selama ini Tuhan selalu
menyertai kok, Tuhan menguatkan, dan memberi pertolongan. Jadi yuk, di saat
sedih kita, kita mengingat lagi kebaikan Tuhan dalam hidup kita, Dia selalu
ada, Dia selalu hadir, dan Dia selalu memberikan yang terbaik untuk kita.
