"Perempuan itu melihat, bahwa buah pohon itu baik untuk dimakan dan sedap kelihatannya, lagipula pohon itu menarik hati karena memberi pengertian. Lalu ia mengambil dari buahnya dan dimakannya dan diberikannya juga kepada suaminya yang bersama-sama dengan dia, dan suaminyapun memakannya." Kejadian 3:6
Dalam hidup, pastinya kita sering kali menjumpai berbagai macam masalah dan
cobaan. Ya namanya juga hidup. Pasti kita dikelilingi oleh masalah dan cobaan.
Tapi, masalahnya adalah bagaimana kita bisa meresponi dan menyikapi masalah dan
cobaan yang ada. Kalau fokus hidup kita itu Tuhan, kita pasti akan terus
memandang Dia dalam segala kondisi. Baik dalam suka dan duka. Dalam gelap dan
terang, Tuhan lah satu-satunya Pribadi yang kita tuju dan kita harapkan.
Mempercayai Tuhan dengan sungguh-sungguh tidak sempat memalingkan diri kita pada sesuatu yang tidak ditujukan untuk Tuhan. Jadi, kalau kita ada masalah atau ada pencobaan pasti sudut pandang kita akan berbeda menyikapi masalah tersebut. Bahkan, rasanya masalah tidak seperti masalah lagi. Karena masalah yang datang pada kita sebenarnya sebuah media untuk kita menjadi lebih dewasa dan lebih baik lagi. Seharusnya, kita bersyukur lho punya masalah.
Karena masalah itulah yang akan membentuk pribadi kita dan yang menentukan karakter kita bagaimana kita bisa menghadapi masalah dan menyelesaikan masalah tersebut. Nah, kalau kita sudah sampai di titik itu. Kita gak mungkin nambah-nambah masalah seperti keluar dari iman kita, atau kita jadi mengkhianati Tuhan kita atau kita nambah-nambahin masalah buat orang. Gak mungkin.
Kalau segenap hidup kita untuk Tuhan, yang kita lakuin pasti yang baik-baik
aja buat diri kita dan juga orang lain. Kita sampe gak sempet buat mikir yang
negatif apa lagi yang jahat dan mencelakakan orang lain. No. No. No. Bukan anak
Tuhan itu. Masalahnya, fokus kita sudah tertuju pada Tuhan belum?
