Indonesia menjadi tuan rumah Konferensi
Tingkat Tinggi (KTT) G20 yang dilaksanakan pada 15-16 November 2022 di Bali. Apa itu
G20? Dilansir dari laman kemlu.go.id, Group of Twenty atau G20 adalah forum
internasional yang fokus pada koordinasi kebijakan di bidang ekonomi dan
pembangunan. G20 merepresentasikan kekuatan ekonomi dan politik dunia, dengan
komposisi anggotanya mencakup 80 persen PDB dunia, 75 persen ekspor global, dan
60 persen populasi global. Ekonomi G20 sendiri lahir sebagai respons atas
krisis ekonomi dunia pada tahun 1997-1998. Tujuannya adalah memastikan dunia
keluar dari krisis dan menciptakan pertumbuhan ekonomi global yang kuat dan berkesinambungan.
Forum ini mengadakan pertemuan setiap tahun dan memulai KTT Tahunan pertamanya
pada 2008 dengan partisipasi dari masing-masing Kepala Negara dan pemerintahan
(kompas.com).
Indonesia memegang Presidensi G20 pada tahun 2022, di mana
Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek)
menjadi pemimpin Kelompok Kerja Bidang Pendidikan G20 (G20 Education Working
Group). Melalui G20 EdWG, Indonesia memimpin gerakan global untuk menata
kembali dan membangun sistem pendidikan pascapandemi Covid-19
(kemendikbud.go.id). Momentum Presidensi Indonesia dalam G20 dimanfaatkan untuk
mengajak dunia bergotong royong menata dan membangun kembali sistem pendidikan.
Tujuannya adalah untuk mempersiapkan anak yang tangguh untuk menjawab tantangan
masa depan sekaligus mampun menjawab tuntutan global (https://www.kemdikbud.go.id/main/blog/2022/03/g20-education-working-group-menata-kembali-sistem-pendidikan-dengan-semangat-gotong-royong).
Ketua Kelompok Kerja Pendidikan G20 (Chair of G20
Education Working Group/EdWG) Iwan Syahril mengatakan bahwa pandemi
memberikan dampak kepada seluruh dunia dan semua orang, ia menekankan
pentingnya bagi kita semua untuk bergotong royong secara global. Menurut Iwan
Syahril, ketimpangan dalam mengakses pendidikan berkualitas dan ketidaksiapan
peserta didik untuk menghadapi dunia kerja telah menjadi isu yang dihadapi di
dunia dalam beberapa dekade terakhir dan hal itu diperburuk dengan adanya
Pandemi Covid-19.
Melalui G20 EdWG yang diketuai olehnya, Kemendikbudristek
mengangkat empat agenda utama untuk dibahas bersama oleh negara anggota G20.
Keempat isu utama yang berakar dari konsep Merdeka Belajar ini adalah (1) Pendidikan
Berkualitas untuk Semua (Universal Quality Education), (2) Teknologi
Digital dalam Pendidikan (Digital Technologies in Education), (3)
Solidaritas dan Kemitraan (Solidarity and Partnership), (4) dan Masa
Depan Dunia Kerja Pascapandemi Covid-19 (The Future of Work Post Covid-19).
Berikut ini adalah pembahasan mengenai empat agenda prioritas bidang
pendidikan:
1.
Kualitas Pendidikan
untuk Semua (Universal Quality Education)
Isu ini berangkat dari tantangan untuk mendorong akses dan pemerataan pendidikan di semua golongan. Iwan menjelaskan bahwa pendidikan ini inklusif untuk hal yang sangat luas, bukan hanya untuk anak disabilitas, tapi juga kelompok-kelompok marjinal yang rentan. Iwan mengatakan, komitmen tersebut juga menggarisbawahi keselarasan Indonesia dengan Sustainable Development Goal (SDG) 4 tahun 2030 dalam hal tujuan pendidikan global, bahwa dunia perlu memulihkan sektor pendidikan setelah pandemi Covid-19. https://itjen.kemdikbud.go.id/web/4-isu-utama-bidang-pendidikan-dalam-presidensi-g20/
2.
Teknologi Digital
dalam Pendidikan (Digital Technologies in
Education)
Iwan berpendapat bahwa telah
terjadi akselerasi yang luar biasa dalam pemanfaatan teknologi digital di dunia
pendidikan selama masa pandemi Covid-19. Ia juga menjelaskan, pada isu ini
Indonesia ingin menajamkan diskusi dan solusi bagaimana teknologi digital bisa
menjadi jawaban atas permasalahan akses kualitas dan keadilan sosial di
bidang pendidikan. https://itjen.kemdikbud.go.id/web/4-isu-utama-bidang-pendidikan-dalam-presidensi-g20/
3.
Solidaritas dan
Kemitraan (Solidarity and Partnership)
Isu ini menegaskan komitmen
Indonesia untuk bekerja sama dengan negara lain dan memiliki rasa solidaritas
dalam suatu kelompok, yang dikaitkan dengan budaya gotong royong Indonesia.
Iwan mengatakan bahwa budaya Indonesia, yaitu gotong royong perlu ditonjolkan dan
sekaligus mengangkat budaya Indonesia yang bisa kita tawarkan untuk menjadi
solusi dalam konteks reimagining for the future. https://itjen.kemdikbud.go.id/web/4-isu-utama-bidang-pendidikan-dalam-presidensi-g20/
4.
Masa Depan Dunia
Kerja Pasca Pandemi Covid-19 (The
Future of Work Post Covid-19)
Iwan menjelaskan
pandangannya bahwa kebutuhan dunia, khususnya dunia kerja pasca Covid-19, telah
berubah. Oleh karena itu, dunia harus menata kembali bagaimana pendidikan dapat
menjawab tantangan dunia masa depan. https://itjen.kemdikbud.go.id/web/4-isu-utama-bidang-pendidikan-dalam-presidensi-g20/
Dalam hal ini,
kemendikbudristek melakukan banyak terobosan seperti platform Merdeka Mengajar.
Platform ini tidak hanya fokus pada aplikasi belajar daring, namun platform
yang dirancang Kemendikbudristek berfokus untuk memberdayakan dan mendukung
kepala sekolah serta guru untuk mengoptimalkan potensi mereka.
Selain itu, Mendikbudristek juga
menjelaskan platform SIPLah sebagai lokapasar yang membantu sekolah mendapatkan
kebutuhannya secara efisien dan platform Kedaireka yang menghubungkan dunia
usaha dan dunia industri, serta berbagai organisasi dengan perguruan tinggi
untuk berkolaborasi menghadirkan pendidikan yang lebih relevan. Selanjutnya terkait agenda prioritas ketiga, yakni Solidaritas dan
Kemitraan, Menteri Nadiem menjelaskan kepada delegasi EdWG G20 terkait Program
Organisasi Penggerak dan Dana Padanan (matching fund) sebagai
transformasi pendanaan pendidikan tinggi yang mengedepankan kerja sama lintas
sektor dalam peningkatan mutu pendidikan. Mendikbudristek
juga menjelaskan berbagai terobosan Merdeka Belajar Kampus Merdeka yang menjadi
basis agenda prioritas keempat, yaitu Masa Depan Dunia Kerja Pasca Covid-19.
Melalui Merdeka Belajar Kampus Merdeka, mahasiswa didorong untuk belajar di
luar kelas dan mempersiapkan diri untuk menghadapi tantangan di dunia nyata (https://www.kemdikbud.go.id/main/blog/2022/05/mendikbudristek-jelaskan-transformasi-pendidikan-indonesia-melalui-merdeka-belajar).
Hal-hal tersebut sudah diupayakan oleh kemendikbudiristek
dalam mendukung empat agenda prioritas pendidikan. Lalu, bagaimana dengan kita
sebagai guru untuk mendukung keempat agenda ini? Dengan hal yang sudah
diupayakan oleh kemendikbudiristek pada sejumlah platform yang diberikan, kita
perlu mengeksploarsi berbagai platform yang disediakan agar bisa menunjang pembelajaran
kita di kelas, memperluas pengetahuan kita secara pedagogi, memperkaya
pemahaman kita akan dunia pendidikan, dan mewujudkan misi dari Pendidikan itu
sendiri. Sebagai guru kita turut mendukung dan berpartisipasi pada
program-program yang disediakan agar kita mampu meningkatkan kualitas
pembelajaran kita, baik secara pedagogi maupun kompetensi. Program-program
tersebut sudah disediakan, kini saatnya kita mulai mengembangkan diri kita
untuk melihat dunia pendidikan lebih dalam melalui platform yang ada dan mulai
menerapkan hal yang sudah kita pelajari pada pembelajaran di kelas, sehingga
kita mampu meningkatkan kualitas pendidikan Indonesia yang dimulai dari diri
kita sendiri, dengan meningkatkan kualitas diri kita sendiri menjadi lebih baik
dalam cakupan empat komptensi yang harus dimiliki guru, yaitu kompetensi
pedagogis, kepribadian, sosial, dan profesional.
Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia. (n.d.). Apa itu G20? Diakses dari https://kemlu.go.id
Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Republik Indonesia. (2022). G20 Education Working Group: Menata kembali sistem pendidikan dengan semangat gotong royong. Diakses dari https://www.kemdikbud.go.id/main/blog/2022/03/g20-education-working-group-menata-kembali-sistem-pendidikan-dengan-semangat-gotong-royong
Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Republik Indonesia. (2022). Mendikbudristek jelaskan transformasi pendidikan Indonesia melalui Merdeka Belajar. Diakses dari https://www.kemdikbud.go.id/main/blog/2022/05/mendikbudristek-jelaskan-transformasi-pendidikan-indonesia-melalui-merdeka-belajar
Inspektorat Jenderal Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi. (2022). Empat isu utama bidang pendidikan dalam presidensi G20. Diakses dari https://itjen.kemdikbud.go.id/web/4-isu-utama-bidang-pendidikan-dalam-presidensi-g20/
Kompas.com. (2022). Apa itu G20 dan sejarah pembentukannya. Diakses dari https://www.kompas.com
