Inilah kasih itu: Bukan kita yang telah
mengasihi Allah, tetapi Allah yang telah mengasihi kita dan yang telah mengutus
Anak-Nya sebagai pendamaian bagi dosa-dosa kita.
1 Yohanes 4:10
Gereja pastinya selalu mengajarkan kita tentang kebaikan. Tapi apakah kita mengetahui secara pasti makna kebaikan yang seringkali kita dengar di gereja? Atau jangan kan di gereja, dimana pun setiap orang pasti diajarkan tentang kebaikan. Namun sebenarnya mengapa kita perlu melakukan kebaikan dalam hidup kita? Bukankah lebih enak, bahagia, dan nyaman jika kita melakukan segala sesuatu sesuai dengan mau kita? Kenapa sih orang Kristen mesti banget melakukan kebaikan? Bahkan sampai menjadi sempurna seperti Bapa di Sorga?
Di ayat perikop kita hari ini mengatakan bahwa bukan kita yang telah
mengasihi Allah, tetapi Allahlah yang terlebih dahulu mengasihi kita dengan
mengutus anak-Nya yang tunggal, Yesus untuk menembus dosa kita. Karena Allah
yang maha pengasihi telah memberikan diri-Nya dalam rupa Kristus, maka kita
mengasihi banyak orang di sekitar kita. Karena Allah mengasihi, begitu pula
kita mengasihi. Bukan karena kita gak mau masuk neraka terus kita jadi berbuat
baik terus, hal itu bukannya tidak benar tetapi kita perlu memaknai lebih dalam
bahwa setiap hal yang kita lakukan memang kita tujukan untuk Allah yang telah
memberi kita penyelamat sehingga dosa kita di tebus dan kita bisa bersama di
Langit yang Baru dan Bumi yang Baru. Maka hidup di dunia ini perlu perjuangan untuk
menjadi serupa dengan Yesus dan menjadi sempurna seperti Bapa. Motivasi kita
melakukan kebaikan bukan hanya sekedar kita gak mau masuk neraka, tapi karena
Allah itu sendiri. Apapun yang kita lakukan, kita lakukan hanya untuk Allah
yang sudah memberi diri-Nya melalui Yesus untuk menebus dosa kita. Jadi yuk,
kita lakukan segala hal baik dalam hidup untuk kemuliaan nama-NYA.
