"Ketika ketiga sahabat Ayub mendengar kabar tentang segala malapetaka yang menimpa dia, maka datanglah mereka dari tempatnya masing-masing, yakni: Elifas, orang Teman, dan Bildad, orang Suah, serta Zofar, orang Naama. Mereka bersepakat untuk mengucapkan belasungkawa kepadanya dan menghibur dia." ―Ayub 2:11
Ketika kita menjalani hidup ini, pastinya kita akan
bertemu dengan berbagaimacam rintangan dan pencobaan. Kadang kita merasa tidak
sanggup menjalaninya sendiri. Kadang kita merasa bersyukur bisa melewatinya
dengan baik. Ada hal-hal yang menjadi pelajaran di setiap keseharian kita dan
kita ingin membagikannya sebagai suatu inspirasi. Memiliki teman ngobrol itu
adalah hal yang menyenangkan. Apalagi jika teman kita juga menyenangi hal yang
kita bagikan. Maka kita perlu suatu lingkungan pertemanan dimana kita bisa
membagikan segala sesuatu dalam "koridor" cerita yang sama karena itu
bisa menguatkan dan menginspirasi kita untuk menjadi lebih baik dan serupa
seperti Kristus. Kita perlu selektif untuk memilih pergaulan kita, dengan siapa
kita membagikan kisah hidup kita, dengan siapa kita bercerita tentang
keseharian kita, dengan siapa kita membagikan pikiran dan pengalaman kita. Kita
tidak bisa sembarang sharing dengan banyak orang karena orang lain belum tentu
mengerti dan memahami kerangka berpikir dan hal-hal yang kita alami. Jangan
sampai hal-hal yang kita ceritkan justru menjadi bumerang dan batu sandungan
untuk kita. Jangan sampai kita salah memilih pergaulan dan teman berbagi
cerita. Teman berbagi cerita kita haruslah orang-orang yang juga mengerti
kebenaran yang kita miliki karena ia akan mengarahkan kita pada hal-hal yang
juga benar. Kalau kita salah menceritakan kisah hidup kita, kita cenderung
memilki banyak masalah yang mungkin tidak kita sadari itu akan menjadi masalah.
