Siapa dari kita yang sering belajar atau melakukan kegiatan lainnya sambil mendengarkan musik? Saya adalah salah satu orang yang belajar dan melakukan kegiatan lainnya sambil mendengarkan musik. Dari kecil saya selalu mendengarkan radio saat belajar dan melakukan kegiatan tertentu. Lagu-lagu dari radio tersebut membuat saya menjadi lebih semangat, entah karena musik dari lagu tersebut, atau intonasi dan nada yang silih berganti membuat motivasi belajar dan melakukan kegiatan lainnya meningkat. Di samping itu belajar sambil mendengarkan musik membuat saya merasa nyaman dan menikmati setiap lagu yang berganti, melatih untuk tetap fokus mengerjakan tugas-tugas tapi juga terasa santai karena sambil bersenandung mengikuti irama musik. Dulu, waktu saya sekolah istilahnya “sersan”, serius tapi santai. Namun belajar sambil mendengarkan musik tidak bisa dinikmati oleh semua orang. Beberapa orang merasa nyaman belajar sambil mendengarkan musik, tetapi tidak sedikit juga orang yang tidak bisa berkonsentrasi ketika belajar sambil mendengarkan musik. Setiap orang memiliki gaya belajarnya masing-masing dalam menikmati setiap hal yang menjadi fokusnya, salah satunya adalah dengan mendengarkan musik.
Bagaimana musik bisa mempengaruhi kinerja otak kita? Apakah belajar atau melakukan aktivitas lainnya sambil mendengarkan musik menjadi hal yang efektif untuk dilakukan? Ketika kita mendengarkan musik, otak kita membentuk struktur kecil baru berdasarkan rangkaian nada yang didengar. Proses tersebut juga bisa membantu kita membentuk cara berpikir yang baru. Dengan mendengarkan musik dan mengikuti setiap tren musik yang baru, hal tersebut bisa meningkatkan kreativitas. Berdasarkan hasil dari beberapa studi mengatakan bahwa musik dapat memicu kinerja otak dalam menggali suatu informasi yang diingat oleh seseorang dan rangakaian nada yang dihasilkan dari musik tersebut efektif membantu pasien dengan gangguan demensia ataupun trauma otak untuk mengingat lebih baik. Selain itu mendengarkan musik juga dapat mendorong produksi dopamin di dalam tubuh, menurut seorang peneliti dari McGill University di Montreal dengan risetnya tentang reaksi dopamin terhadap musik yang didengar manusia, hasilnya adalah kadar dopamin meningkat 9% lebih tinggi ketika responden mendengarkan musik favoritnya.
Musik juga bisa merangsang hippocampus dalam otak. Apa itu hippocampus? Hippocampus adalah formasi kecil melengkung di otak yang mempunyai peranan penting dalam pembentukan, pengaturan, dan penyimpanan ingatan baru serta pembelajaran dan tingkat emosi seseorang. Maka seringkali setiap kali mendengarkan musik, kita seperti terhubung dengan memori atau kenangan pada sesuatu atau seseorang dalam musik yang kita dengar.
Mendengarkan musik juga bisa melatih dan mengasah Problem Solving Skills dalam diri kita. Pemikiran otak kiri yang biasa disebut si kreatif, bekerja dengan cara menganalisis suatu masalah, mencari ide, konsep, atau solusi dari masalah tersebut. Sedangkan pemikiran otak kanan yang biasa disebut si logis, bekerja untuk mengembangkan dan mengemaskan ide, konsep, atau solusi yang dibuat oleh otak kiri. Ketika kita mendengarkan musik kedua pemikiran tersebut baik otak kiri maupun otak kanan sama-sama teraktivasi, artinya kedua sisi kreatif dan logis otak kita dapat bekerja sama untuk menciptakan solusi yang efektif pada suatu masalah. Maka mendengarkan musik bisa melatih dan mengasah otak kiri dan kanan kita dalam bekerjasama untuk memecahkan masalah.
Bagaimana kaitannya mendengarkan musik ketika belajar? Apakah efektif jika belajar sambil mendengarkan musik? Beberapa penelitian mengatakan bahwa belajar sambil mendengarkan musik lebih efektif dalam membantu untuk memicu motivasi diri terutama ketika mendengarkan lagu-lagu favorit, hal tersebut merupakan sebuah reward kecil dalam diri kita yang membuat motivasi kita meningkat. Selain itu musik dapat mengurangi stress dan menumbuhkan mindset yang positif. Ketika sedang belajar dan merasa stress juga jenuh, ambil jeda waktu untuk memutar lagu-lagu favorit. Hal tersebut bisa mengurangi stress dan mengembalikan mood untuk belajar. Musik juga dapat meningkatkan konsentrasi, setiap genre musik yang berbeda-beda memberikan relaksasi tersendiri pada sistem di otak kita. Seperti musik klasik yang diyakini ketika mendengarkannya otak lebih mudah untuk menyerap dan menginterpretasikan lebih banyak informasi. Alunan musik dari musik klasik tersebut mendorong kita untuk fokus pada hal yang kita pelajari. Musik membantu menstimulasi otak seperti latihan dan mengasah otak, musik diibaratkan seperti cognitive workout bagi otak sama halnya dengan otot yang dilatih, otak bisa dilatih dan distimulasi dengan mendengarkan musik.
Lalu, bagaimana musik bisa mengurangi stress? Beberapa penelitian mengatakan bahwa mendengarkan musik dapat menjadi tools yang efektif untuk mengurangi stres. Musik memiliki kekuatan untuk membangkitkan emosi, menenangkan pikiran, dan bahkan mengubah fungsi otak, sehingga menurunkan tingkat stres secara signifikan. Musik memiliki kemampuan luar biasa untuk menenangkan pikiran kita dan meringankan beban stres. Penelitian menunjukkan bahwa musik dapat memberikan pengaruh besar pada emosi dan tubuh. Musik dengan tempo yang lebih cepat membuat kita merasa lebih waspada dan berkonsentrasi lebih baik. Musik yang upbeat dapat membuat kita merasa lebih optimis dan positif terhadap kehidupan. Musik bertempo lambat dapat menenangkan pikiran dan mengendurkan otot, membuat kita merasa tenang sekaligus melepaskan stres hari itu. Maka ketika kita lelah beraktivitas dan bekerja seharian, mendengarkan musik merupakan salah satu pilihan untuk mengendurkan ketegangan pada otot-otot di otak kita, merelaksasi pikiran dan meneduhkan pikiran kita dari bisingnya kehidupan.
Apakah ada pengaruh genre musik tertentu dalam meningkatkan kesehatan pikiran? Menemukan genre atau gaya musik yang sesuai dengan kebutuhan kita dapat membantu menciptakan rasa tenang dan relaksasi. Berikut adalah beberapa genre musik yang terbukti efektif mampu meningkatkan kesehatan pikiran. (1) Musik Klasik: Komposer seperti Mozart, Bach, dan Beethoven dengan melodinya yang menenangkan dan ritme yang lembut dapat merelaksasi dan mengurangi stres. (2) Suara Alam: Suara alam, seperti tetesan air hujan, deburan ombak, atau kicauan burung, memiliki kemampuan alami untuk menimbulkan perasaan damai dan terhubung dengan lingkungan. Menggabungkan suara alam dengan musik instrumental yang lembut dapat membuat diri kita terasa lebih santai. (3) Musik Instrumental: Musik instrumental tanpa lirik memungkinkan pikiran untuk fokus pada melodi dan harmoni tanpa gangguan. Seperti ambient, jazz, atau versi instrumental dari lagu-lagu populer dapat menciptakan suasana menenangkan yang kondusif untuk menghilangkan stres. (4) Musik Meditasi: Dirancang khusus untuk latihan meditasi, genre ini bertujuan untuk relaksasi mendalam dan kedamaian batin
Musik ternyata berpengaruh signifikan dalam aspek kehidupan kita, rutin mendengarkan musik bisa berdampak positif dalam meningkatkan produktifitas kinerja kita, baik dalam hal belajar, bekerja atau kemampuan kita dalam merelaksasi pikiran dan ketenangan batin kita. Musik lekat kaitannya dalam kehidupan sehari-hari sehingga memampukan kita untuk lebih efektif dan maksimal dalam mencapai setiap tujuan hidup.
Referennsi:
Hello Sehat. (n.d.). Efek musik pada otak.
Hello Sehat. (n.d.). Efek musik pada otak. Diakses dari https://hellosehat.com/saraf/efek-musik-pada-otak/
FWD Max. (n.d.). Ternyata ini efek yang diberikan musik pada otak.
Diakses dari https://www.fwd.co.id/id/fwdmax/passionstory-fashion-and-music/ternyata-ini-efek-yang-diberikan-musik-pada-otak/
Harmony and Healing. (n.d.). How music can reduce stress.
Diakses dari https://www.harmonyandhealing.org/how-music-can-reduce-stress/
