Semata-mata
keadilan, itulah yang harus kaukejar, supaya engkau hidup dan memiliki negeri
yang diberikan kepadamu oleh TUHAN, Allahmu. (Ulangan
16:20)
Aku belajar sekali tentang keadilan sekecil memberi makan pada kedua hewan peliharaanku. Pastinya, ketika kita punya hewan peliharaan mereka suka berdiri dengan mata berbinar-binar di depan kita ketika kita lagi makan. Rasanya sedikit menyebalkan karena kita harus berbagi makanan lezat yang kita punya untuk kedua hewan peliharaan kita yang imut-imut itu. Tapi, kita harus tetap memberikannya walau hanya sedikit. Mungkin hal yang sedikit itu berarti sekali untuk hewan-hewan peliharaan kita. Nah, karena hewan peliharaanku ada dua. Bagaimana caranya kalau kita harus bisa membagi untuk kedua hewan peliharaan itu. Tidak dalam posisi lebih besar untuk si Jekky atau lebih kecil untuk si Jolly, semua harus adil. Kalau Jekky diberikan satu, ya Jolly juga harus diberikan satu. Kalau Jolly diberikan dua, ya Jekky harus juga diberikan dua.
Hal
sederhana seperti itu ternyata bisa menumbuhkan sifat atau kebiasaan untuk
berbagi adil dengan apapun. Kalau tadi dengan hewan peliharaan, mungkin nanti
kedepannya untuk teman kita, atau saudara kita, atau keluarga kita. Jadi,
kadang kita bisa belajar dari hal-hal kecil dan sederhana di sekitar kita. Karena
hal kecil dan sederhana yang tertanam semuda mungkin bisa menghasilkan buah
yang luar biasa lho, ketika kita dewasa kelak. Maka, selama masih menyandang
status siswa atau mahasiswa. Selama itu pula kita punya kesempatan untuk
menanamkan sifat atau karakter yang baik dari hal-hal sederhana yang kita
jumpai di setiap keseharian kita. Karena masa remaja dan masa beranjak dewasa
adalah masa-masa dimana kita masih bisa berubah, baik dalam bentuk pemikiran
atau sifat dan karakter. Masih bisa dibentuk, sehingga ketika dewasa kita bisa
menjadi pribadi yang matang. Jadi, milikilah hati yang mau untuk selalu
berubah, untuk selalu memperhatikan, untuk selalu mendengarkan, dan untuk
selalu mengusahakan menjadi adil dan berbuat baik.
