Seringkali dalam hidup, sebagai anak muda mungkin pernah merasakan ada dalam situasi dan kondisi yang sangat berat. Masalah berdatangan, kemampuan finansial yang belum stabil, tuntutan dan tekanan hidup di era 2022 yang semakin tinggi, dan segala keinginan yang mungkin belum terwujud. Kadang kita merasa mengapa semua ini datang menimpa hidup kita. Mengapa kok masalahnya gak selesai-selesai. Mengapa satu masalah selesai, kemudian datang lagi masalah yang lain. Seakan-akan rasanya ingin sekali berhenti hidup. Ingin sekali lari dari kenyataan-kenyataan pahit ini.
Sebagai manusia kita suka mengeluh, tapi kalau kita mengeluh pada orang lain pasti di judge. “kamu mengeluh mulu”, “bersyukur dong” dan hal-hal lainnya yang kadang orang salah mengerti. Padahal, mengeluh adalah hal yang manusiawi. Menurutku, mengeluh tidak pernah dilarang. Kecuali, kita mengeluh terus dan tidak melakukan apa-apa. Jadi sebaiknya, kalau kita mendengarkan orang yang sedang mengeluh pahamilah baik-baik apa yang sedang dikeluhkan orang tersebut. Siapa tau apa yang dia keluhkan memang hal yang begitu berat baginya. Kita tidak pernah tau, kapasitas seseorang dalam menampung dan menjalani semua hal yang ia hadapi itu seperti apa. Maka, be kind always.
Saat kita mengalami titik terendah dalam hidup kita. Tentunya kita perlu banyak orang yang bisa menopang dan memahami. Tapi, kenyataannya mungkin kita berjalan sendiri. Tidak ada yang memahami. Tidak ada yang peduli. Mungkin kita merasakan hal tersebut saat rasanya hidup benar-benar kacau. Tapi satu hal yang ingin ku katakan adalah bukannya kau tidak pernah berjalan sendiri, tapi.......”yang penting bisa dilewati”.
Salah satu solusi menjalani hidup yang terasa berat, kacau, dan gelap mungkin hanya menanamkan kata “yang penting bisa dilewati” di setiap persoalan hidup kita. Karena, ketika satu persoalan hidup sudah terlewati, akan ada persoalan hidup yang lain. Bisa dilewati lagi, akan ada persoalan lagi yang lain, begitu seterusnya. Karena hidup memang seperti itu. Apa yang kita harapkan dari dunia ini? Kita belum hidup di Surga yang tidak ada ratap tangis dan kertak gigi.
Maka, selama masih
menginjak bumi dan berada di bawah langit biru dan di sinari matahari.. selama
itu pula kita akan menghadapi banyak persoalan dan masalah dalam hidup.
Masalahnya, bagaimana kita bisa terus bertahan di dalam dunia yang isinya
seperti itu? Semua yang di lewati oleh angin di bumi ini memiliki masanya
masing-masing. Akan ada masanya masalah itu berlalu. Akan ada masanya senang
dan sukacita itu datang. Akan ada masanya lagi dukacita menghampiri, kekacauan
terjadi. Tapi, tenang. Akan ada masanya juga kebahagiaan datang.
Maka, nikmatilah.
Nikmatilah hidup
yang berisi hal baik dan buruk. Nikmatilah hidup yang berisi hal positif dan
negatif. Nikmatilah hidup yang berisi siang dan malam. Nikmatilah.
Bahwa pada
dasarnya, inilah kehidupan. Bagaimana caranya supaya kita bisa menikmati
kehidupan dan terus bertahan menjadi manusia baik di bawah langit yang mungkin
tidak sebaik kita.
Tapi, itulah
hidup. Maknailah hidup ini hanya untuk Orang yang Menciptakan Kehidupan,
Menyertai kehidupan, dan Mengambil kehidupan.
