"dalam segala doa dan permohonan. Berdoalah setiap waktu di dalam Roh dan berjaga-jagalah di dalam doamu itu dengan permohonan yang tak putus-putusnya untuk segala orang Kudus" ―Efesus 6:18
Banyak
orang yang bilang kalau doa adalah nafas kehidupan dan selama menjadi manusia
kita pasti harus bernafas untuk terus melanjutkan hidup. Berdoa tidak dibatasi
oleh waktu, ruang, dan tempat. Kita punya hati yang bisa selalu menyeruka
nama-Nya. Dalam keseharian kita, kita berdoa. Setiap kita takut, kita berdoa.
Setiap kita khawatir, kita berdoa. Setiap kita lelah menjalani hidup, kita
berdoa. Berdoa itu setiap saat dan setap waktu. Sepanjang perjalanan hidup,
kita perlu untuk berdoa. Bukan juga sebagai rutinitas tapi kebutuhan hidup.
Bukan sebagai tuntutan tapi panggilan hati karena kita menyadari untuk selalu
membutuhkan-Nya. Kadang kita berhenti berdoa karena kita rasa berdoa tidak ada
gunanya, Tuhan seperti tidak mendengar dan menjawab. Tapi, percayalah Tuhan
selalu mendengar dan menyertai. Jawaban Tuhan tidak selalu sama dengan pikiran
kita. Maksud Tuhan tidak selalu sama dengan maksud kita. Rancangan Tuhan tidak
selalu tepat sama dengan rencana kita. Hidup di dalam Tuhan adalah hidup yang
penuh dengan iman. Iman yang percaya kalau Tuhan mendengar, menjawab, dan
memberi yang terbaik sekalipun tidak sesuai dengan yang kita pikirkan. Tuhan
selalu memberi banyak kejutan dalam hidup kita dan kita perlu menanti-nantikan
kejutan itu dengan terus bertekun dalam doa dan permohonan yang tak
putus-putus.
