tetapi orang-orang yang
menanti-nantikan TUHAN mendapat kekuatan baru: mereka seumpama rajawali yang
naik terbang dengan kekuatan sayapnya; mereka berlari dan tidak menjadi lesu,
mereka berjalan dan tidak menjadi lelah. – Yesaya 40:31
Pernah gak dalam hidup ini kita merasa jenuh atau bosan dalam mengerjakan
sesuatu? Rasanya seperti monoton atau itu-itu saja? Merasa bosan karena yang
dikerjakan sudah tidak menarik, merasa jenuh karena segala yang didapatkan
tidak sesuai harapan, merasa tidak berarti melakukan sesuatu yang itu lagi dan
itu lagi, seperti belajar dan bekerja. Kadang rutinitas dalam hidup ini membuat
kita bosan, kalau dipikir-pikir kenapa ya kita bisa bosan dengan rutinitas yang
sebenarnya baik buat kita? Apakah kita pernah menyelidiki ada niat terselubung
dalam hati yang sebenarnya tidak kita dapatkan sehingga kita menjadi tidak
bersemangat untuk melakukannya lagi? Ketika kita sedang bosan terhadap sesuatu,
coba deh kita pikir ulang kenapa ya kita bosan dengan sesuatu itu? Mungkin kita
menanti-nantikan sesuatu yang lebih baik terjadi dalam hidup kita dan hal itu
tidak kunjung datang. Kuncinya disini, “menanti-nantikan”.
Apa yang kita nanti-nantikan dalam hidup ini? Nilai yang memuaskan di
sekolah? Pekerjaan yang mapan? Hadiah-hadiah yang menakjubkan? Liburan yang
menyenangkan? Hal-hal tersebut adalah penantian yang menjemukkan karena kita
menaruh hati pada hal yang tidak abadi. Hal yang membahagiakan di dalam hidup
ini ketika kita menaruh hati pada hal yang abadi. Seperti ayat alkitab kita
hari ini, “tetapi orang-orang yang menanti-nantikan TUHAN mendapat kekuatan
baru: mereka seumpama rajawali yang naik terbang dengan kekuatan sayapnya;
mereka berlari dan tidak menjadi lesu, mereka berjalan dan tidak menjadi lelah”.
Jika kita hanya menantikan Tuhan dalam hidup ini, kita akan mendapatkan
kekuatan yang baru seolah seperti rajawali yang naik terbang dengan kekuatan
sayapnya, ia berlari dan tidak menjadi lesu, ia berjalan dan tidak menjadi
lelah. Maka dalam hidup ini jika kita ingin kehidupan yang tidak membosankan,
nantikanlah TUHAN itu sendiri.
