Hi! Gimana kabarnya di hampir pertengahan tahun 2023 ini? Apakah hidup teman-teman semakin bermakna dan penuh warna? Apakah hari teman-teman semakin menyenangkan? Aku harap hari teman-teman semakin ke sini semakin penuh dengan warna-warni kehidupan ya, ingatlah Pelangi warnanya bukan cuma kuning, ada merah, ada jingga, ada hijau, ada biru, ada nila, dan ada ungu juga, jadi hidup kita harus penuh dengan warna-warni kehidupan. Warna-warni kehidupan itu pun bukan hanya bahagia, tapi juga sedih, marah, kesal, bad mood dan hal lainnya. Jadi ungkapan hidup harus bahagia itu kurang lengkap menurut ku.. sebaiknya ungkapannya menjadi, “hidup harus indah”. Karena dalam keindahan itu ada tawa, murung, gelisah, bahagia, suka, dan duka, semua jenis kata sifat ada dalam makna “keindahan” yang membuat hidup kita lebih ciamik, dahsyat, dan dahsyat lagi.
Ngomong-ngomong
tentang keindahan hidup, apakah kita benar-benar memaknai apa yang membuat
hidup kita menjadi begitu indah? Hmm. Coba kita renungkan sejenak, apa ya
kira-kira yang membuat hidup kita menjadi indah? Apakah punya keluarga yang
rukun? Apakah punya pekerjaan yang tetap? Apakah punya pasangan hidup yang
setia? Apakah punya barang-barang branded yang keren? Kalau kita melihat
kata-kata yang tadi aku sebutkan, semua keindahan itu bermakna positif dan baik
ya? Ya iyalah, masa hal negative atau hal yang buruk itu indah, Prit?! Eitss
tunggu dulu, disinilah kita akan memaknai keindahan yang sejati.
Dalam Surat Yakobus 1:12 dikatakan “Berbahagialah orang yang bertahan dalam pencobaan, sebab apabila ia sudah tahan uji, ia akan menerima mahkota kehidupan yang dijanjikan Allah kepada barangsiapa yang mengasihi Dia”.
Yuk, kita maknai Surat Yakobus ini:
1. Berbahagialah orang yang bertahan
dalam pencobaan
Nah, kita pasti sudah tau betul bahwa hidup ini isinya masalah yang berjubel. Masalah yang satu selesai, timbul masalah lain yang baru, masalah yang baru selesai, muncul lagi yang lebih baru dan seterusnya. Seakan-akan hidup ini isinya hanya menyelesaikan masalah satu per satu. Tapi kalau kita menganggap masalah itu adalah suatu pencobaan, maka dalam Surat Yakobus ini dikatakan “berbahagialah”. Nah lho! Zaman sekarang punya masalah itu jadi sebuah kebahagiaan kali yak, hahaha. Tuhan bilang sendiri kalau kita harus berbahagia dalam pencobaan-pencobaan dalam hidup ini. Kita pasti sudah kenal dengan kisah Ayub yang dicobai dalam hidupnya, dan ketika istri ayub meminta Ayub untuk mengutuki Tuhan, Ayub berkata:
“Tetapi jawab Ayub kepadanya: ”Engkau berbicara seperti perempuan gila! Apakah kita mau menerima yang baik dari Allah, tetapi tidak mau menerima yang buruk?” Dalam kesemuanya itu Ayub tidak berbuat dosa dengan bibirnya. – Ayub 2:10
Ayat ini jelas sekali mengatakan bahwa kita harus menerima semua hal yang mau datang dalam hidup kita, entah itu baik atau buruk sekali pun.
Masalahnya kadang kita sering sekali menganggap hidup itu harus bahagia, bahagia itu tersenyum dan tertawa, padahal hal tersebut bertolak belakang dengan kenyataan hidup yang isinya segala macam masalah yang berupa. Jadi kita harus siap menghadapi kenyataan apapun dalam hidup ini. Hidup tidak hanya tentang tertawa tapi juga menangis, tidak hanya tentang keberhasilan tapi juga kegagalan, tidak hanya tentang kebaikan tapi juga keburukan, dimana dalam semua hal itu Tuhan berkata dalam 1 Petrus 1:5-6:
“Yaitu kamu, yang dipelihara dalam kekuatan Allah karena imanmu sementara kamu menantikan keselamatan yang telah tersedia untuk dinyatakan pada zaman akhir. Bergembiralah akan hal itu, sekalipun sekarang ini kamu seketika harus berdukacita oleh berbagai-bagai pencobaan.”
Bergembiralah akan hal itu = bergembiralah akan berbagai-bagai pencobaan dalam hidup karena kita akan memperoleh keselamatan yang dinyatakan pada zaman akhir.
2. sebab apabila ia sudah tahan uji, ia akan menerima mahkota kehidupan yang dijanjikan Allah
Di ayat tersebut dikatakan, “sebab apabila ia sudah tahan uji”, dalam hal ini berarti memang hidup ini akan penuh dengan banyak hal yang tidak sesuai dengan kita, tidak seperti yang kita mau, dan tidak sesuai dengan apa yang kita harapkan, akan ada banyak hal yang membuat kita mengeluh, marah, dan kesal dengan dunia ini. Kehidupan ini di desain agar kita “tahan uji” akan berbagai pencobaan. Jadi menurutku sebenarnya, jika kita banyak menghadapi “pencobaan” atau “masalah-masalah” dalam hidup itu adalah “sarana” kita menemukan “mahkota kehidupan” yang akan kita dapatkan setelah kita tahan akan pengujian tersebut. Jadi jangan dulu mengeluh “ah kenapa ya hidup gue kok sial banget sih”, “kenapa ya hidup gue begini banget begitu banget”, eitsss tunggu dulu, kita hanya belum menemukan perspektif yang “benar” akan hidup ini dan perjalanan ini membawa kita pada sudut pandang yang benar akan kehidupan itu sendiri. Kehidupan di bumi maupun di langit dan bumi yang baru nanti. Dalam Yohanes 14:2, dikatakan “Di rumah Bapa-Ku banyak tempat tinggal. Jika tidak demikian, tentu Aku mengatakannya kepadamu. Sebab Aku pergi ke situ untuk menyediakan tempat bagimu.”
Di rumah Bapa kita banyak tempat tinggal, dalam hal ini kita bisa mengarahkan hati kita pada “Tempat Tinggal” yang akan kita miliki suatu hari nanti saat tugas-tugas dan pekerjaan kita selesai di bumi ini. Maka, cara paling ampuh untuk bertahan dalam berbagai pencobaan adalah memarkirkan hati kita pada Kerajaannya Yang Abadi.
“Tetapi sesuai dengan janji-Nya, kita menantikan langit yang baru dan bumi yang baru, di mana terdapat kebenaran. Sebab itu, saudara-saudaraku yang kekasih, sambil menantikan semuanya ini, kamu harus berusaha, supaya kamu kedapatan tak bercacat dan tak bernoda di hadapan-Nya, dalam perdamaian dengan Dia.” - 2 Petrus 3:13-14
Nah, dari ayat ini di tuliskan bahwa “kita menantikan langit yang baru dan bumi yang baru” tetapi sambil menantikan Kerjaan itu, Tuhan berkata, “kamu harus berusaha, supaya kamu kedapatan tak bercacat dan tak bernoda di hadapan-Nya, dalam perdamaian dengan Dia”. Kita juga harus mengusahakan keselamatan kita untuk tidak bercacat dan tidak bernoda di hadapan-Nya. Maka, menjadi orang Kristen itu tidak serta merta kita percaya pada Tuhan Yesus lalu kita selamat. Tapi kita harus mengusahakan keselamatan kita supaya kita tidak bercacat dan bernoda di hadapan-Nya, ikut Tuhan Yesus itu susah banget! Susahhhhh bangetttttttt……. Kalau belum merasa susah banget banget ikut Tuhan Yesus berarti belum seberjuang itu untuk menjadi serupa dengan Tuhan Yesus karena Dia berkata:
“Karena itu haruslah kamu sempurna, sama seperti Bapamu yang di sorga adalah sempurna.” - Matius 5:48
Kita hidup di dunia ini gak bisa main-main, teman-teman! Kita harus mencapai standard kesempurnaan versi kita masing-masing menurut kehendak-Nya. Jadi gak bisa kita menerima Tuhan Yesus menjadi juruselamat dan percaya pada-Nya, tapi kehidupan kita amburadul, memarahi orang yang lebih rendah dari kita, memaki orang yang lebih rendah dari kita, sombong dengan pencapaian hidup kita, sombong dengan harta, martabat yang kita miliki. Gak bisa kita kayak gitu teman-teman. Kita harus benar-benar menyerahkan kehidupan kita sepenuhnya hanya untuk-Nya. Semua yang kita miliki itu hanya karena-Nya dan hanya untuk-Nya. Kita bukan siapa-siapa, jadi yuk lebih memaknai kebenaran secara utuh dalam hidup ini. Hidup serupa seperti Tuhan Yesus itu bukanlah hal yang mudah, teman-teman! Jadi jangan hanya mendengar “kita harus serupa seperti Tuhan Yesus” dan menggaungkannya dimana-dimana tapi kehidupan kita sendiri sangat tidak layak untuk menyebutkan hal itu. Hati-hati teman-teman.
3. kepada barangsiapa yang mengasihi Dia
Sebenarnya apa sih yang dimaksud “mengasihi Dia”? Bagaimana cara kita mengasihi Allah, Bapa, Tuhan Yesus dalam hidup kita? Apakah mengasihi Dia itu berarti menjadi pelayan di gereja? Apakah mengasihi Dia itu berarti menjadi donatur dalam kegiatan sosial? Sebenarnya apa makna “mengasihi Dia” secara benar dalam hidup ini? Apakah menjadi pelayan di gereja itu tidak benar? Apakah menjadi donatur dalam kegiatan sosial itu tidak benar?
”Jikalau kamu mengasihi Aku, kamu akan menuruti segala perintah-Ku.” - Yohanes 14:15
Mengasihi
Dia berarti menuruti segala perintah-Nya. Nah, apa saja ya “perintah-Nya”? Wah,
kalau kita baca di Alkitab pasti banyak sekali yang menjadi perintah-perintah
Tuhan yang harus kita lakukan di bumi ini seperti memiliki buah-buah roh dan
menyelesaikan pekerjaan-Nya, tapi sebenarnya tidak hanya itu yang Tuhan ingin
kita lakukan selama kita hidup, maka dalam Yohanes 14:16-17, Tuhan memberikan
kita Roh Kudus untuk menuntun diri kita menemukan apa yang menjadi
“komando”-Nya dalam hidup kita.
“Aku akan minta kepada Bapa, dan Ia akan memberikan kepadamu seorang Penolong yang lain, supaya Ia menyertai kamu selama-lamanya, yaitu Roh Kebenaran. Dunia tidak dapat menerima Dia, sebab dunia tidak melihat Dia dan tidak mengenal Dia. Tetapi kamu mengenal Dia, sebab Ia menyertai kamu dan akan diam di dalam kamu.” – Yohanes 14:16-17
Dalam Matius 7:21-23:
“Bukan setiap orang yang berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan! akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga, melainkan dia yang melakukan kehendak Bapa-Ku yang di sorga. Pada hari terakhir banyak orang akan berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan, bukankah kami bernubuat demi nama-Mu, dan mengusir setan demi nama-Mu, dan mengadakan banyak mujizat demi nama-Mu juga? Pada waktu itulah Aku akan berterus terang kepada mereka dan berkata: Aku tidak pernah mengenal kamu! Enyahlah dari pada-Ku, kamu sekalian pembuat kejahatan!”
Jadi sebenarnya, hidup ini hanya tentang “melakukan kehendak Bapa yang di sorga” dan untuk melakukan kehendak Bapa tersebut, kita akan di pandu dan di pimpin oleh Roh Kebenaran. Maka, kita harus peka akan Roh Kebenaran yang bersemayam di dalam Nurani kita, dengan cara membaca firman Tuhan dan tekun berdoa.
Kunci
hidup itu hanya satu, yaitu hidup berjalan bersama-Nya.
