Ayat Bacaan:
Mazmur 23:4
“Sekalipun aku berjalan dalam lembah kekelaman, aku tidak takut bahaya, sebab Engkau besertaku; gada-Mu dan tongkat-Mu, itulah yang menghibur aku.”
Suatu hari saat kuliah di semester 6, aku ingat pada matakuliah Seminar Pendidikan Kimia dosenku meminta mahasiswanya untuk mencari Jurnal Internasional yang bisa dikaji dan diseminarkan pada matakuliah itu. Akupun bingung, jurnal dengan topik apa yang harus aku temukan. Karena jurnal ini akan menjadi dasar dari Skripsiku nanti. Mencari dan mencari satu jurnal, akhirnya aku menemukan satu jurnal dan memberikan jurnal itu kepada dosenku. Suatu saat ketika diperiksa, ternyata jurnalku di tolak oleh dosenku, kalau tidak salah hanya 2-3 orang dari 30-an mahasiswa yang jurnalnya di tolak, termasuk jurnalku. Beliau bilang kalau jurnal ini terlalu sederhana untuk dikaji. Di hari aku tau jurnalku ditolak, aku langsung mencari jurnal yang lain. Perlu dipahami, bahwa mahasiswa pada saat itu baru belajar untuk mencari jurnal internasional, belum tau jurnal-jurnal tertentu yang cukup baik standard nya, sehingga ya hanya mencari saja. Kemudian, aku mencari 5 jurnal yang menurutku bagus, di hari itu juga aku print ke-5 jurnal tersebut dan aku ajukan kepada dosenku. Kemudian, dosenku pun bilang kalau ke-5 jurnal ini masih tidak memungkinkan untuk dikaji, alhasil jurnal ku untuk yang ke dua kalinya dengan 6 jurnal yang ku ajukan, di tolak. Aku sempat bingung, khawatir, cemas, dan putus asa, karena akupun tidak mengerti harus mencari jurnal dengan topik apa, dimana, dan bagaimana, sampai akhirnya pada matakuliah itu aku hanya bisa duduk dan aku berdoa dalam hati, “Tuhan, aku harus gimana..”
Setelah dosenku menolak jurnalku, dosenku pun duduk di mejanya dan membuka laptop. Ketika aku benar-benar khawatir harus bagaimana dan tidak tau harus apa, tiba-tiba dosenku memanggilku ke depan meja nya. Lalu, beliau bilang “Prita, ini ibu ada 3 jurnal tentang Flipped Classroom, kamu pilih aja salah satunya, nanti dosen pembimbingnya ibu aja”, saat itu aku terkesima, keajaiban apa ini yang datang padaku. Lalu, aku duduk dan menatap laptopku dengan 3 jurnal yang diberikan oleh dosenku, lalu senyap-senyap dalam hatiku berkata..”Tuhan, terima kasih. Akan aku lakukan yang terbaik untuk ini semua”. Kemudian, semester itu berjalan dengan baik, aku mengkaji jurnalku dengan teliti, aku melakukan yang terbaik semaksimal mungkin yang bisa aku lakukan sebagai bentuk ucapan terima kasih ku pada Tuhan yang memberikanku jalan saat itu. Sehingga pada akhirnya, aku bisa mendapatkan nilai A pada matakuliah itu. Dan saat jurnal itu diberikan oleh dosenku, saat itupula topik jurnal itu menjadi Skripsi dan Tesis ku dengan dosen pembimbing yang menolak ke-6 jurnalku.
Setelah aku menyelesaikan perkuliahanku sampai S2, tibalah saat nya aku mencari-cari pekerjaan. Dulu, aku idealis sekali. Aku berpikir bahwa lulusan S2 haruslah menjadi seorang dosen, akhirnya aku melamar-lamar di semua universitas swasta yang ada di Jabodetabek, sehari demi sehari, seminggu demi seminggu berlalu, aku juga belajar memperbaiki CV ku dan atribut lainnya dalam melamar pekerjaan, tetapi ketika aku melamar untuk menjadi dosen.. tidak ada satupun universitas yang memanggilku bahkan sampai saat ini, aku sedih, merasa cemas dan khawatir, aku harus kerja apa? Bagaimana? Dan lainnya. Tapi, aku terus mendekatkan diriku dengan Tuhan, aku mendengarkan khotbah yang sangat berpengaruh sekali buat aku, aku berdoa dan meyakini bahwa Tuhan pasti akan memberikan pekerjaan yang terbaik buat aku. Sampai akhirnya karena aku anak pendidikan kimia, aku melamar di sekolah-sekolah. Hampir 10 sekolah swasta yang ada di Jakarta aku lamar, dan seperti biasa.. hari demi hari berlalu.. minggu demi minggu berlalu.. dan tidak ada pula yang memanggilku untuk bekerja. Di saat-saat itu aku semakin meneguhkan hatiku bahwa Tuhan pasti memberikan aku pekerjaan yang terbaik. Sampai akhirnya di suatu pagi Kamis yang dingin, aku terbangun dan membuka platfom job-seeker online, dan kudapatkan ada satu sekolah swasta di daerah Tangerang yang membuka lowongan guru kimia. Lalu, aku langsung terbangun dari tempat tidur, bebenah, mandi, dan kemudian aku mengirimkan e-mail. Tetapi, ketika aku mengirimkan e-mail tersebut, tidak ada satupun balasan yang masuk karena biasanya at least e-mail otomatis akan membalas, tapi ternyata tidak juga. Lalu, aku menghela napas dan mungkin lagi-lagi belum.
Dan..
ketika sehabis benar-benar aku menghela napas, tiba-tiba handphone-ku berdering
dan aku dapat panggilan kerja dari sekolah tersebut. Sampai aku interview, tes,
microteaching dan akhirnya aku diterima di sekolah tersebut. Ketika aku datang
ke sekolah tersebut pertama kalinya, aku sangat speechless melihat bangunan
sekolah yang berdiri megah, dengan fasilitas-fasilitas yang sangat baik, dan
dengan teman-teman kerja dan kepala sekolah yang sangat baik. Aku benar-benar
sangat mengucap syukur untuk pekerjaanku di sekolah itu. Tuhan benar-benar
memberikan yang sungguh amat baik dalam hidupku. Dan Dia tidak pernah
mengecewakanku, sekali-kali, tidak.
Seringkali
dalam hidup kita merasa khawatir, cemas, gelisah, akan masa depan yang tidak
menentu. Akan masa depan yang gelap, abu-abu, berkalang kabut yang tidak ada
cahayanya. Tapi, saat itupula Tuhan ternyata bekerja. Tuhan meyediakan segala
sesuatu yang kita butuhkan, walaupun kita tidak akan mengerti jalan-jalan-Nya. Saat
ini, aku bekerja sebagai Guru, dan banyak pengalamanku bersama Tuhan yang
lainnya. Aku belajar banyak tentang kebenaran. Saat ini, aku sedang membaca
alkitab 1 tahun, dan aku sangat terkesan dengan perjalanan Musa yang menuntun
bangsa Israel untuk keluar dari Tanah Mesir. Bagaimana Tuhan memberikan segala
macam cara dan upaya agar bangsa Israel dapat keluar dari Tanah Mesir. Walaupun
melewati padang gurun selama bertahun-tahun, tetapi Tuhan bilang "Aku
sekali-kali tidak akan membiarkan engkau dan Aku sekali-kali tidak akan
meninggalkan engkau.” (Ibrani 13:5). Tuhan yang menyertai Musa, juga Tuhan yang
sama akan menyertai kita. Tuhan yang tidak akan meninggalkan Musa, juga Tuhan
yang tidak akan meninggalkan kita. Walaupun kita tidak pernah mengerti
jalan-jalan-Nya, kita khawatir, cemas, gelisah, bahkan takut, masa depan gelap seperti
bangsa Israel yang berjalan di padang gurun. Tetapi, Tuhan adalah Tuhan yang
akan selalu menyertai dan tidak akan pernah meninggalkan kita. Percayalah,
setiap hal yang ada di hidup kita disediakan Tuhan baik. Tuhan mengontrol
segala sesuatu dengan baik. Belajarlah untuk bergantung dan menyerahkan
kehidupan kita sepenuhnya kepada Tuhan, biarlah Tuhan yang berperang melawan
Firaun. Biarlah Tuhan yang berperang melawan segala persoalan hidup kita yang tidak
menentu. Baiklah kita hidup seturut kehendak dan kemauan-Nya. Jangan pernah..
sekali sekali jangan pernah, meninggalkan Tuhan.
