Ketika Cewek Bingung, Pendidikan Tinggi untuk Apa?

Perjalanan hidup seseorang mungkin tidak mudah, baik laki-laki maupun wanita. Seringkali terjebak dalam situasi, “cari kerja susah nih.”, “gaji kok kecil banget ya.”, “mau nikah.”, “pengen deh kuliah lagi.” Dan lainnya. Pemikiran tersebut berlalu-lalang di kepala perkara “bisa gak ya mewujudkan mimpi-mimpi”. Bicara soal mimpi, siapa sih yang berhak untuk punya mimpi? Tentu nya semua orang, terlepas dari segala perbedaan jenis kelamin, sosial, budaya, agama, dan pendidikan. Semua orang bisa punya mimpi, bahkan harus. Dengan dunia yang dibebaskan untuk bermimpi, apakah kita wanita-wanita masa depan masih takut untuk punya mimpi yang tinggi?

Di dunia dengan generasi milenial nya yang tinggi, masih banyak pemikiran pendek yang berlinang dipikiran “Ah, cewek buat apa sih punya pendidikan tinggi? Toh ujung-ujungnya kerja di dapur” wah, serem banget kalo masih punya pikiran kayak gitu. Atau ada lagi pemikiran yang tergolong sangat sempit ketika cewek mikir “Ah, nanti kalo punya pendidikan tinggi susah dapet jodohnya”, sangat menakutkan. Sebenarnya, ada masalah apa sih sama cewek yang punya pendidikan tinggi? Kenapa perjuangan R.A Kartini yang seharusnya kita kirimkan ribuan kata terima kasih ini seolah-olah belum berarti? Kenapa pada takut banget punya gelar master bahkan doktor? Apakah pendidikan tinggi merusak reputasi? Apakah pendidikan tinggi gak bakalan dapet kerjaan? Tanggungan moral yang banyak? Ada apa? 

Banyak dari cewek-cewek yang masih punya pikiran pendek seperti itu, takut sayang-sayang pendidikannya kalau akhirnya bakalan di dapur aja. Kadang, kita  belum bisa memikirkan segala sesuatu ibarat 360o dalam suatu lingkaran, artinya kita harus punya pandangan atau perspektif lain terhadap sesuatu yang luas. Sekarang gini, ada apa sih di masa depan? Pertama, di dunia kerjaan persaingan pasti meningkat, sekarang lulusan S1 udah banyak banget, semua orang kuliah untuk dapet gelar sarjana, semua pekerjaan rata-rata harus S1 dan lainnya, belum tentu kita punya kompetensi dan skills yang beda dari orang lain, terus yang bakalan ngebedain kita sama orang lain yang juga lagi cari kerja itu apa? Salah satunya pendidikan. Dengan kita punya gelar master atau bahkan doktor, kita pasti punya kelebihan yang akan dilihat oleh dunia pekerjaan. Selain itu, untuk naik promosi atau jabatan pun kita butuh sesuatu yang lebih dari diri kita, kita butuh kompetensi yang lebih, nah salah satu nya pendidikan yang tinggi.

Masalahnya gini kak, “aku gak masalah kok dengan posisi pekerjaan ku selama ini, udah cukup buat aku kok, gak harus ngejar-ngejar duit, toh aku bakalan menikah terus punya suami yang juga bekerja, jadi kerja gak jadi prioritas”. Oke siap. Siapa yang bakal menjamin, amit-amit tuh pernikahan gak abadi sampai akhir? Dengan banyak banget kasus perceraian, ditinggal suami, suami meninggal, dan lainnya. Kemungkinan itu pasti ada bosqu. Terus kalo kamu sebagai cewek nyaman-nyaman aja dengan “oh, aku punya suami” terus kalo udah gak punya? Apa mau di kata? 

Pendidikan yang tinggi bisa menjamin kamu, pertama, punya pemikiran yang tinggi. Kedua, punya kompetensi yang kamu bidangi. Ketiga, punya bekal untuk masa depan. Orang yang menempuh pendidikan yang tinggi pasti otak nya dilatih untuk punya pemikiran yang kritis dengan analisa-analisa yang selalu digunakan setiap memecahkan persoalan di kampus. Itu sangat berguna dalam kehidupan, ketika kita menjalani hidup dan dihadapkan dengan persoalan rumit, contohnya aja kalo amit-amit suami udah gak punya, orang yang berpendidikan tinggi terlatih untuk siap memikirkan step-step lain yang bakalan dia tempuh, jadi pasti dia punya rencana lain, artinya bisa mikir harus ngapain tanpa harus bergantung dengan orang lain. Dan tentu nya dengan gelar yang dia punya, dia bisa pake untuk cari kerja atau usaha dan lainnya.

“Iya sih, bener juga ya. Tapi gimana kalo suami aja belum punya kak, karena gak ada yang mau, nanti di undangan nama aku doang kak yang ada gelarnya”. Lah? Kamu gimana? Ngapain berurusan sama cowok yang gak percaya diri, yang minder, yang gak punya ambisi masa depan? Buat apa jatuh cinta sama cowok yang gak punya pandangan masa depan yang jauh? Yang gak bisa memperbaiki diri dan menyesuaikan dengan kita? Dari situ aja udah keliatan kalo cowok itu gak punya quality yang bisa menyesuaikan dengan kita, jadi yaudah cari aja lagi yang lain. Jangan sampai sesuatu yang belum ada saat ini (pacar/jodoh) menjadi penghambat kita untuk meraih masa depan yang lebih baik. Justru semakin baik diri kita, semakin kita mengoptimalkan diri kita sendiri, semakin terseleksi oleh alam orang-orang yang akan menghampiri kita, lingkungan kita, sosial kita. Jadi, jangan khawatir, jodoh hanya sejauh mana kamu bisa berusaha memperluas pergaulan dan berdoa. Asik.

“Gak setuju, tetep. Gimana kalau misalnya udah S2, tapi gak boleh kerja sama suami, suruh di rumah aja, jagain anak, sama masak?”. Lah? Kamu gimana lagi? Bukannya itu malah mempermudah hidup kamu? Udah enak nih gelar master, tapi hidupnya yaudah di rumah aja, lah? Bukannya enak? Lagi juga ya, jangan takut, kamu mau lulusan S2 kerja jadi direktur atau kamu mau lulusan S2 kerja di dapur, itu urusan kamu, bukan urusan orang lain. Kenapa jadi takut banget sama persepsi orang lain tentang kamu? Ketika kamu bisa punya pendidikan tinggi, kamu bisa punya pemikiran yang tinggi dan punya pandangan yang berbeda terhadap sesuatu. Kalo kamu gak boleh kerja sama suami, kamu bisa nemenin anak kamu belajar, mendampingi anak kamu belajar supaya anak kamu bisa punya pendidikan yang tinggi sama kayak kamu bahkan lebih, atau mungkin kamu bisa punya jiwa sosial yang tinggi, kamu bisa ngelakuin kegiatan-kegiatan sosial yang melibatkan pendidikan dan hal lainnya. Itu keren, sist. 

Banyak banget benefit dari cewek punya pendidikan yang tinggi, mulai dari pemikiran kita kalo memandang sesuatu, mental kita yang udah terlatih, sosial kita yang mungkin akan berubah, sampai terbuka nya kesempatan kerja, promosi dan yang lainnya. Jadi, jangan bikin sedih R.A Kartini. Kita harus bisa memakai kesempatan untuk mengekspresikan diri kita, untuk memaksimalkan potensi kita, untuk meraih apa yang menjadi cita-cita kita, jangan sampai hal-hal yang belum ada saat ini (pacar/jodoh) menjadi penghalang kita untuk meraih kesempatan yang lebih besar, jangan sampai kita jadi wanita yang bergantung sama orang lain, jangan sampai kita jadi wanita yang gak tau harus apa dan bagaimana.

Cewek-cewek milenial harus punya nilai diri yang tinggi, pintar, bijaksana, tau di taunya dan tau di tidak taunya, mandiri, dan percaya diri. Harus bisa hidup dengan atau tanpa cowok. Jadi, kita bisa menggunakan kehidupan kita untuk sesuatu yang lebih bermanfaat dan lebih bermakna. Satu hal sebagai penutup. 

“Kalo cowok aja bisa punya pendidikan yang tinggi, kenapa kita enggak?” Go girls! Terima kasih, R.A Kartini.

Explore Florist Ideas For Next Yeary

1%
Wild Flowers
1%
Meadow
1%
Exotic Flowers
demand

flower types

Our showroom is an expression of what we love doing; being creative with floral and plant arrangements. Whether you are looking for a florist for your perfect wedding, or just want to uplift any room with some one of a kind living decor, Blossom With Love can help.