Si Katak Ungu

Di sebuah Istana Versailes yang besar dan megah, hiduplah seorang Putri yang cantik jelita. Putri ini bernama Elora, Ia adalah anak kesayangan Raja dan Ratu, Ia sangat anggun dan penuh dengan keceriaan. Ia selalu bermain dengan teddy bear-nya di halaman Istana, Ia suka duduk mengambil bunga cantik berwarna kuning dan melanjutkan permainannya bersama pengawal di Istana.  

Di dekat Istana, ada sebuah kolam yang indah dengan berbagai tumbuhan dan bunga-bunga yang menawan. Di kolam tersebut, seringkali terdengar bunyi seekor katak. Katak ini berwarna ungu, buruk rupa dengan suaranya yang parau. Katak ini masuk dan keluar dari kolam. Biasanya ketika Elora tertidur, katak ini keluar dari kolam dengan suaranya yang parau. Lalu, ketika Elora bangun dan bermain bersama pengawalnya, Katak ini langsung masuk ke kolam.

Setiap hari sewaktu Elora tertidur, Katak itu melihat jendela kamar Elora, Ia mengagumi Putri tersebut karena Putri tersebut sangat cantik, anggun, dan ceria.  Katak Ungu itu pun melihat dirinya. Ia merasa dirinya hanya seekor Katak Ungu yang buruk rupa, terkadang Katak Ungu tersebut merenung dan bertanya mengapa dirinya hanya seekor Katak Ungu yang buruk rupa. Lalu, ketika Elora bangun dan bermain dengan pengawalnya, Katak Ungu itu langsung masuk ke kolam. Ia malu melihat Elora yang sempurna. Ia sangat sedih dan merasa dirinya hanyalah seekor Katak Ungu yang tidak berguna.

Keesokan harinya Katak Ungu itu pun memandangi jendela melihat Putri yang cantik sedang bernyanyi dengan merdu. Katak Ungu itu pun sedih, karena ketika ia membuka mulutnya suaranya sangat parau sekali, tidak seperti Elora yang bernyanyi dengan anggun dan menawan. Kemudian Katak Ungu kembali melompat masuk ke kolam dengan hati yang sedih.

Di sudut kota Emerald, hiduplah seorang Raja dan Ratu di sebuah Istana megah. Raja dan Ratu hidup dengan kemewahan yang disediakan oleh istana, walaupun begitu Raja dan Ratu adalah pemimpin yang baik, bijaksana, lemah lembut, dan penyanyang. Mereka seringkali membantu orang-orang di desa untuk mendapatkan makanan atau memberikan fasilitas umum di desa seperti membantu untuk aliran air ke sawah atau memperbaiki jalan-jalan yang rusak. 

Raja dan Ratu mempunyai seorang Putri yang cantik, bernama Amera. Amera hidup sangat mewah sejak kecil, Ia selalu diberikan makanan yang enak, dan fasilitas hidup yang sangat nyaman. Tetapi, Amera tumbuh dengan keraguan dirinya. Amera merasa Ia bisa mendapatkan segalanya karena Ia anak seorang Raja dan Ratu. Ia merasa kalau dia tidak secantik anak Raja dan Ratu di Kerajaan lainnya. Ia seringkali marah dan merasa tidak cukup dengan apa yang Ia miliki dalam hidupnya.

Raja dan Ratu kecewa dengan sikap Putrinya yang seperti itu. Raja dan Ratu tidak ingin Putrinya tumbuh dewasa dengan keraguan dan ketidakpuasan dirinya. Akhirnya, Raja dan Ratu berkompromi dengan penyihir ajaib dan mengubah Amera menjadi seekor Katak Ungu. Kutuk tersebut akan berakhir ketika Amera bisa menerima apapun yang Ia miliki dan menyadari bahwa semua yang diberikan merupakan sebuah anugerah.

Di kolam dekat Istana Versailes, Katak Ungu tersebut terus merenung dan berpikir, walaupun sekarang Ia menjadi seekor Katak Ungu, sebenarnya Ia adalah Putri seorang Raja dan Ratu Emerald yang sedang dikutuk untuk mengalami proses penerimaan diri. Lalu, dengan langkah yang pasti Katak Ungu itu pergi meninggalkan Istana Versailes, Ia merasa kalau tidak perlu aku membandingkan diriku dengan Putri Elora, karena sebenarnya aku juga seorang Putri dari Raja dan Ratu.

Saat diperjalanan meninggalkan Istana, Katak Ungu itu berubah kembali menjadi Putri Amera. Amera kaget dan sangat senang karena kutuk tersebut sudah berakhir. Amera menyadari bahwa walaupun Ia sempat menjadi seekor Katak Ungu yang buruk rupa dengan suara yang parau, Ia tetaplah seorang anak Putri dari Raja dan Ratu Emerald.

Tanpa sadar terkadang kita seperti Katak Ungu itu. Kita selalu gagal mengenali dan mengakui siapa kita, kadang kita meragukan semua potensi yang kita miliki, pandangan kita selalu tertuju pada orang lain dengan apa yang mereka miliki, kita dibutakan oleh kemampuan orang lain yang terlihat lebih baik dari kita. Terkadang kita juga suka hidup seperti 'katak', makan makanan 'katak', berlaku seperti seekor 'katak', berpikir seperti seekor 'katak' tanpa pernah menyadari bahwa sesungguhnya kita adalah seorang Putri Raja.

Explore Florist Ideas For Next Yeary

1%
Wild Flowers
1%
Meadow
1%
Exotic Flowers
demand

flower types

Our showroom is an expression of what we love doing; being creative with floral and plant arrangements. Whether you are looking for a florist for your perfect wedding, or just want to uplift any room with some one of a kind living decor, Blossom With Love can help.