“Lalu orang-orang Israel mengambil bekal orang-orang itu, tetapi tidak meminta keputusan Tuhan” – Yosua 9:14
Renungan harian yang ku baca hari ini, menceritakan tentang seorang remaja yang sedang jatuh cinta, sebut saja namanya Rio. Rio jatuh cinta pada teman sekolahnya bernama Vina. Ketika lagi ngobrol-ngobrol di kantin, Rio ditanya oleh temannya, Adam. “Ri, gimana kamu sama Vina? Langsung tembak aja!” usul Adam. Tapi, Rio menjawab “Engga, Dam. Aku mau berdoa dulu!”. Kemudian, Adam bilang “yah, kelamaan kalo gitu, Ri! Nanti keburu diambil orang. Lagian masa Tuhan mau direpotin sama masalah kecil seperti ini?.” Rio hanya tersenyum mendengarnya. Beberapa hari kemudian, Rio bertemu dengan Alan, teman SMP-nya. Si Alan suka banget bercerita. Alan bercerita panjang lebar tentang dirinya, termasuk dia pernah pacaran sama cewek bernama Vina. Alan bilang “Aku tau kamu satu sekolah dengan Vina,.” “Terus, kenapa kamu putus Lan?” Rio mengintrogasi. “Si Vina itu cewek matre.” Nah, untung aja Rio tidak langsung nembak Vina, tapi lebih dulu dia berdoa meminta petunjuk dari Tuhan.
Sering banget kita pilih-pilih persoalan apa yang mau kita bawa kepada Tuhan. Kita menimbang-nimbang, masalah aku ini pantes gak ya aku sampein ke Tuhan. Atau berpikir, ini kan hal yang sepele mungkin gak ya Tuhan mau bantu. Tapi faktanya, bersama Tuhan masalah besar akan berubah jadi kecil, dan mungkin tanpa Tuhan masalah kecil bisa jadi besar. Nah, orang Israel pernah mengalaminya! Hari itu mereka kedatangan ‘tamu’ yang mengaku berasal dari negeri yang jauh. “ikatlah perjanjian dengan kami!” pinta mereka. Untuk membuat orang lain percaya, mereka membuat dirinya memakai pakaian robek-robek dan perbekalan yang udah jadi remah-remah. Tanpa meminta keputusan Tuhan, bangsa Israel mengikat perjanjian untuk membiarkan mereka hidup. Mungkin mereka berpikir, “ini bukan masalah besar. Bukan peperangan atau ancaman lain dari musuh.” Tiga hari kemudian, tahulah bangsa Israel kalo mereka sudah dibohongi. Mereka gak bisa ngelenyapin orang-orang Gibeon karena udah terlanjur bikin janji.
Nah, daripada bertindak seturut pemikiran sendiri. Yuk, mulai hari ini kita senantiasa selalu melibatkan Tuhan. Terus gimana nih kalo kita harus pilih baju, sepatu, atau tas? Apakah kita harus melibatkan Tuhan atau berdoa dulu? Tentunya engga dong, untuk hal-hal itu kita bebas memilih karena hal tersebut gak begitu berdampak besar dikehidupan kita. Tapi, untuk hal-hal yang butuh pemikiran dan pertimbangan, jangan pernah lupa untuk selalu melibatkan Tuhan!
