Dengan kasih dan kesetiaan, kesalahan
diampuni, karena takut akan TUHAN orang menjauhi kejahatan.
(Amsal 16:6)
Manusia di bumi ini banyak banget dan beragam banget dari latarbelakang sosial, budaya, pendidikan, lingkungan, dan lain-lain membuat manusia menjadi sangat majemuk, tapi sebenarnya kalau kita punya Tuhan yang sama tuh ada gak sih yang menyamakan kita dari manusia lainnya yang sangat majemuk itu? Kalau kita baca ayat perikop kita hari ini, “karena takut akan TUHAN orang menjauhi kejahatan”, nah lho! Jadi sebenarnya semua manusia di bumi ini kalau takut akan TUHAN pasti menjauhi kejahatan kan? Jelas banget ya, kalau dia jahat, dia berarti gak takut sama Tuhan! Maka, kalau kita mengaku orang percaya dan punya Tuhan udah pasti banget kita menjauhi kejahatan. Ih boro-boro deh berbuat jahat, kepikiran untuk jadi orang jahat atau melakukan kejahatan aja sampai gak kepikiran, karena yang kita pikirin gimana caranya untuk nyenengin Tuhan aja.
Menyenangkan
Tuhan gak mungkin membuat kita menjadi orang yang tidak baik, nakal, membantah
orang tua, melukai orang lain, mencuri, berbohong, atau yang lainnya. Tentunya,
kita akan melakukan hal yang baik-baik aja seturut kehendak-Nya, karena ada
juga hal yang kelihatannya baik tapi motivasinya gak baik. Jadi baik itu juga
harus sesuai sama yang Tuhan mau ya. Gimana ya caranya supaya kita tau apa yang
Tuhan mau? Simple banget. Kalau kita tau apa yang orang tua kita mau misalnya,
tentu kita harus kenal sama orang tua kita dan akrab sama orang tua kita
sehingga kita paham apa yang orang tua kita inginkan. Nah, untuk tau apa yang
Tuhan mau juga sama, kita harus kenal dulu sama Tuhan, menjalin hubungan yang
akrab dulu sama Tuhan, baru kita memahami apa sih sebenernya yang Tuhan mau
dalam hidup kita. Jadi yuk, kita bener-bener mengakui punya Tuhan dengan tidak
menjadi orang yang jahat.
