Anak Rajawali

Karena itu, saudara-saudaraku yang kekasih, berdirilah teguh, jangan goyah, dan giatlah selalu dalam pekerjaan Tuhan! Sebab kamu tahu, bahwa dalam persekutuan dengan Tuhan jerih payahmu tidak sia-sia.

(1 Korintus 15:58)

Pernahkah kita memperhatikan orang-orang yang sudah lanjut usia? Pernahkah berpikir perjalanan hidup apa saja yang sudah beliau lewati? Badai, topan, tornado, halilintar, dan gundala apa saja yang sudah berhasil mereka taklukan? Dan bagaimana mereka tangguh bertahan dalam hidupnya sampai mungkin 70 tahun atau 80 tahun mereka bisa hidup sampai saat ini? Tanpa sadar perjalanan hidup kita sedang menuju kearah sana, yang berarti kita akan mengarungi banyak macam gelombang kehidupan yang membuat kita jatuh, patah, bahkan layu hamper mati. Tapi kenyataannya, oppa omma kita bisa kan bertahan sampai mungkin umurnya 70 tahun atau 80 tahun? Maka dari itu, kita tidak boleh lemah dan lesu dalam menjalani kehidupan ini. Kita butuh kekuatan yang maha dahsyat dalam hidup ini untuk “Menang” dan kekuatan itu hanya kita peroleh dari Si Maha Dahsyat itu sendiri, tidak ada kekuatan lain yang mampu kita miliki dalam hidup kecuali kekuatan yang berasal dari Diri-Nya, maka ada tertulis, ”tetapi orang-orang yang menanti-nantikan TUHAN mendapat kekuatan baru: mereka seumpama rajawali yang naik terbang dengan kekuatan sayapnya; mereka berlari dan tidak menjadi lesu, mereka berjalan dan tidak menjadi lelah.” Yesaya 40:31.

Jadi dengan menanti-nantikan TUHAN lah kita mendapatkan kekuatan seperti rajawali yang dengan sayapnya mengantarkan kita ke berbagai macam hal dalam hidup, yang tidak membuat kita menjadi lesu untuk menghadapi tantangan kehidupan, yang membuat kita berjalan namun tidak menjadi lelah. Mungkin jalan kita lemah, terseret-seret, bahkan kadang hamper jatuh tapi percayalah itu semua hanya nyaris karena seperi Rajawali pula Dia tidak akan membiarkan anak Rajawali jatuh ketika sedang mengajari anak-Nya terbang seperti-Nya.