“Sebab itu apakah yang
akan kita katakan tentang semuanya itu? Jika Allah di pihak kita, siapakah yang
akan melawan kita?”
Ketika kita mulai memikirkan diri sendiri, memikirkan masa depan, dan
memikirkan apa yang ada saat ini yang mungkin tidak sesuai dengan keinginan
kita, kita jadi galau, pesimis, atau bahkan rasanya tidak memiliki harapan.
Tapi lagi dan lagi kita selalu yakin bahwa Tuhan itu baik. Yes, Tuhan itu
memang baik. Tuhan pasti mencukupi setiap kebutuhan anak-anaknya. Tuhan
mendengar doa dan seruan dari anaknya. Tapi, apakah selama ini kita sudah
berada dipihak-Nya? Berada dipihak-Nya yang berarti melakukan segala sesuatu
untuk kemuliaan-Nya sendiri? Berada dipihak-Nya yang berarti menyenangkan
hati-Nya? Walau mungkin rasanya sulit menghadapi dunia yang menyebalkan ini,
tapi apakah di setiap keputusan dan di setiap tindakan kita sepikir dan
seperasaan juga dengan-Nya? Kalau kita selalu melakukan sesuatu berdasarkan
komando-Nya, tidak ada lagi yang perlu kita khawatirkan lagi. Jangan khawatir
yang Ia katakan itu benar, karena kalau kita hidup didalam-Nya setiap waktu
setiap saat, Dia pasti akan membela dan mencukupi diri kita, bahkan seperti
ayat perikop kita hari ini, jika Allah di pihak kita, siapakah yang akan
melawan kita?
Maka dalam hidup kalau kita harus khawatir, khawatirlah jika kita tidak
dipihak-Nya. Tidak dipihak-Nya berarti melakukan dosa. Tidak dipihak-Nya
berarti melakukan hal yang tidak berkenan untuk-Nya. Allah itu hebat, dahsyat,
dan luar biasanya bukan main. Segala sesuatu sanggup dilakukan oleh Nya, tapi
apakah kita sudah benar-benar menyerahkan diri kita untuk dipakai oleh-Nya?
Apakah kita sudah benar-benar menyerahkan diri kita untuk sepenuhnya menjadi
alat bagi kemuliaan-Nya? Jika belum, yuk kita lebih lagi menyerahkan diri kita,
agar Allah saja yang mengatur hidup kita, tugas kita menemukan dan melakukan
kehendak-Nya.
