“Karena itu tunduklah kepada Allah, dan
lawanlah Iblis, maka ia akan lari dari padamu!”
Dalam hidup seringkali kita suka terjebak dalam banyak hal, dimulai dari
terjebak untuk melakukan hal yang tidak baik, terjebak mengambil kesempatan
untuk keuntungan diri sendiri, terjebak dalam situasi dan kondisi yang
menggagalkan integritas kita dengan kebenaran yang kita pahami. Biasanya kita
terjebak ketika kita tidak lagi fokus pada Tuhan, kita terjebak karena kita
memikirkan diri sendiri, mengkhawatirkan masa depan, dan meragukan kuasa-Nya
sehingga kita melakukan beberapa hal yang mendukakan hati Tuhan dan mulai jatuh
dalam dosa. Iblis bukan lagi hantu yang berwujud tak kasat mata atau bisa
dilihat kalau lagi papasan. Iblis juga bisa berwujud pikiran yang bersembunyi
dibalik maksud-maksud terselubung kita. Ia bisa menyeret kita untuk menjauhkan
diri kita dari hal yang benar dan menyenangkan-Nya. Maka dari itu
berjaga-jagalah. Kita harus memiliki kesadaran penuh akan Allah yang membuat
kita setiap waktu dan setiap saat berjalan selalu bersama-Nya dan kearah-Nya,
sehingga pikiran kita dikuasai oleh firman itu sendiri.
Jangan sampai kita memalingkan sedikit pikiran kita dari kebenaran ke
hal yang bersifat duniawi, karena kalau sampai kita memalingkan terlalu jauh,
kita akan terseret dan terperangkap lebih dalam dari jebakan si iblis itu. Bagaimana
caranya supaya pikiran kita terus terarah pada-Nya? Tentu saja dengan memiliki
jam doa pribadi, memiliki waktu untuk membaca alkitab, memiliki waktu untuk
mengisi pikiran kita dengan pemberitaan firman Tuhan. Jangan jauh-jauh deh dari
Tuhan, bahaya banget. Meleng dikit rasanya nyeri. Kalau deket sama Dia tuh
indahnya bukan main kok, jadi jangan sampai meleng ya, nyeri.
