"Jangan seorang pun menganggap engkau rendah karena engkau muda. Jadilah teladan bagi orang-orang percaya, dalam perkataanmu, dalam tingkah lakumu, dalam kasihmu, dalam kesetiaanmu dan dalam kesucianmu." ―1 Timotius 4:12
Di zaman sekarang, anak milenial bukan lagi anak yang cuma membaca buku
dan bermain. Dunia teknologi berkembang pesat, kita bisa memaksimalkan potensi
kita melalui banyak media, kita bisa menonton youtube, kita bisa membaca
artikel, kita bisa mendengarkan podcast,
kita bisa memperoleh banyak informasi
dari berbagai macam sumber informasi. Karena itu, anak milenial zaman sekarang
udah gak bisa lagi gak pinter. Biasanya, anak zaman sekarang diekspektasikan
banyak hal. Harus bisa ini, harus bisa itu. Di satu sisi ekspektasi itu kadang
bikin ketakutan sendiri, tapi di sisi yang lain ekspektasi dunia terhadap anak
milenial zaman sekarang punya nilai tersendiri lho. Nilai tersendiri yang
bagaimana? Iya, karena kita dituntut banyak hal sekalian aja kita buktikan
bahkan kalau kurang kita lebihkan, kalau masih kurang kita persembahkan yang
lain. Maksudnya apa sih? Dengan banyaknya tuntutan anak milenial ini, tanpa
sadar itu merupakan saran akita untuk menjadi teladan yang baik, kalau kita
diekspektasikan 80% kita kasih nih diri kita 100%. Kalau kita dieskpektasikan
100%, tenang kita masih bisa memberi 150% dalam hidup ini.
Hidup bergantung sepenuhnya dengan Tuhan, menjadikan kita ingin
melakukan banyak hal semaksimal mungkin, istilahnya “kita terpaksa hebat.”
Karena itu tuntutan yang diajukan oleh dunia ini adalah kesempatan kita untuk
menjadi teladan yang baik dalam perkataan, dalam tingkah laku, dalam kasih,
dalam kesetiaan, dan dalam kesucian kita. Kalau melakukan apapun itu jangan
setengah-setengah, harus all out 100% atau kalau ada angka yang lebih tinggi
juga boleh. Intinya dimana pun kita berada dan kemana pun kita pergi, jangan
lupa untuk mengingat-Nya selalu sehingga kita mampu melakukan segala sesuatu
hanya untuk-Nya.
