"Di dalam banyak bicara pasti ada pelanggaran, tetapi siapa yang menahan bibirnya, berakal budi." ―Amsal 10:19
Siapa yang
tidak tahu istilah, “lidah tidak bertulang”? Menurut Kamus Besar Bahasa
Indonesia (KBBI), arti lidah tak bertulang adalah mudah saja mengatakan
(menjanjikan) sesuatu. Nah, kita sering banget kan gampang banget mengatakan
sesuatu. Kadang suka keceplosan, kadang gak dipikir dulu, kadang terucap begitu
aja tuh kata-kata. Tapi firman Tuhan berkata, “siapa yang menahan bibirnya,
berakal budi.” Nah kadang kita perlu sedikit tarik nafas setiap kita mau
mengatakan sesuatu yang sekiranya mungkin menyakiti atau kita tidak tau percis
kebenaran dari kata yang kita ucapkan. Memang itu sangat sulit untuk dilakukan,
karena biasanya reaksi yang diberikan oleh ucapakan kita itu spontanitas jadi
kadang terucap begitu saja tanpa berpikir terlalu panjang. Nah, maka dari itu
mari kita belajar untuk menarik sedikit napas kita ketika kita mendengar
sesuatu atau ketika kita ingin bereaksi terhadap apa yang kita dengar dan apa
yang kita lihat.
Ini butuh
latihan, jadi harus seringkali dilatih dan diuji untuk menahan diri mengucapkan
sesuatu yang tidak perlu. Nah, seringkali dalam latihan tersebut kita suka
gagal, suka salah, dan lainnya. Tapi, jangan khawatir kita punya waktu selama
hidup untuk melatih diri kita asalkan kita punya progresivitas yang baik selama
kita hidup. Artinya, kalau kita gagal dalam latihan untuk menahan diri, kita
langsung bereskan dengan minta ampun, dan bertekad untuk tidak mengulangi
kesalahan yang sama lagi. Gagal lagi, minta ampun lagi. Gagal lagi, minta ampun
lagi. Pokoknya hidup itu menaiki anak tangga aja setiap harinya, menaiki anak
tangga berarti naik satu anak tangga, naik satu anak tangga yang lain, begitu
seterusnya. Kalau kita gagal pada anak tangga yang satu ini kita bereskan dulu
kita latih dan kita uji lagi, baru deh naik lagi ke anak tangga selanjutnya.
Yuk, kita coba!
