Satu-satunya Kebahagiaanku

Kita tahu sekarang, bahwa Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia, yaitu bagi mereka yang terpanggil sesuai dengan rencana Allah. (Roma 8:28)

Kita sudah belajar, bahwa dunia bukanlah rumah kita. Kita pasti akan menjumpai masalah-masalah. Kita pasti akan menjumpai kesedihan dan ketidakbahagiaan. Dan yang paling pasti kita akan menjumpai perpisahan. Tapi, sebagai orang percaya dan belajar kebenaran. Itu bukan suatu hal yang asing lagi di telinga kita. Kalau ada teman kita yang jahat dengan kita. Kalau ada orang yang menyakiti kita. Kalau masalah terus menerus datang menghampiri kita. Hati kita sudah terarah pada satu Pribadi yang Abadi. Hati kita sudah tertanam pada Langit yang Baru.

Jadi, tidak perlu khawatir dengan segala macam bentuk ketidakbaikan dalam hidup. Karena, semua pasti berlalu. Kita tidak perlu lagi merasa kok Tuhan tidak ada, kok Tuhan tidak mendengarkan, dan kok seolah-olah Tuhan tidak hidup. Kita bahkan tidak bisa berpikir seperti itu lagi, karena kita percaya bahwa Tuhan adalah TUHAN, yang berkuasa atas langit dan bumi, yang memperhitungkan segala sesuatu di bumi ini. Jalani satu demi satu, lewati satu demi satu. Tidak perlu berpikir kapan masalah ini akan selesai. Tidak usah dipikirkan pun, masalah itu pasti akan selesai pada waktunya. Yang perlu kita lakukan adalah percaya dan melakukan segala sesuatu dengan Iman dan Keyakinan bahwa Tuhanlah satu-satunya kebahagiaanku.

Walau badai menghadang, bumi bergoncang. Tuhanlah satu-satunya sukacita ku.