"Janganlah kamu menjadi serupa dengan dunia ini, tetapi berubahlah oleh pembaharuan budimu, sehingga kamu dapat membedakan manakah kehendak Allah: apa yang baik, yang berkenan kepada Allah dan yang sempurna." ―Roma 12:2
Kita sudah sering banget nih, mendengar kata “toxic people”. Wah,
sebenernya apa sih toxic people itu? Menurut artikel yang diambil dari
merdeka.com, toxic
adalah istilah untuk seseorang yang “beracun” atau sifat pribadi yang suka
menyusahkan dan merugikan orang lain, baik itu secara fisik ataupun emosional. Tentunya, dengan sifat atau karakter pribadi seperti ini sangat mengganggu
kita dan sangat menyebalkan. Jadi, kita perlu berhati-hati dengan “toxic
people” ini. Nah, sebelum kita ‘berhati-hati’ dengan toxic people ini. Kita pun
perlu menyelidiki diri kita sendiri, apakah kita seorang yang disebut “toxic
people” juga atau tidak. Terus, bagaimana kita tau kalau kita atau orang lain
itu bisa dikatakan “toxic” atau tidak?
Nah, kita pastinya sudah memahami bahwa kita tidak boleh hidup serupa
dengan dunia ini. Jadi, perhatikan bagaimana kita hidup. Apakah kita hidup
semakin serupa dengan dunia? Atau serupa dengan Tuhan Yesus? Kita perlu
menanyakan itu di dalam diri kita masing-masing dan hanya kita yang bisa
menjawab. Nah, coba teman-teman tanya di dalam diri kalian saat ini juga,
apakah kalian semakin serupa dengan dunia atau serupa dengan Tuhan Yesus, ya?
Jangan-jangan kalau jawaban kita semakin serupa dengan dunia, kita bisa jadi
seorang yang dikatakan toxic juga lho! Waduh!! Tentunya kita tidak mau hal itu
terjadi, kan? Maka, kita perlu banyak memperbaharui budi kita, sehingga kita
bisa membedakan mana kehendak Tuhan, yang berkenan dan yang sempurna. Tapi
dalam perjalanan menemukannya, kita pun tidak perlu menyalahkan diri kita atau terlalu
keras pada diri kita sendiri. Berdoa dan mintalah pimpinan Tuhan untuk
menemukan apa yang menjadi kehendak-Nya.
