Karena akar segala kejahatan ialah cinta uang. Sebab oleh memburu uanglah beberapa orang telah menyimpang dari iman dan menyiksa dirinya dengan berbagai-bagai duka. ―1 Timotius 6:10
Sebagai manusia kita pasti perlu banyak kebutuhan. Bahkan bukan kebutuhan
saja, keinginan-keinginan pun kadang harus banget terpenuhi. Dalam Yakobus
1:14, “Tetapi tiap-tiap orang dicobai oleh keinginannya sendiri, karena ia
diseret dan dipikat olehnya.” Kadang, keinginan-keinginan kita nih yang bikin
masalah kita sendiri. Kita dicobai oleh keinginan-keinginan kita sendiri. Kita
ingin punya ini, kita ingin punya itu, kita ingin kaya, ingin punya rumah ini,
ingin punya mobil ini. Lalu, kita jadi berniat untuk meraih segalanya, berniat
untuk punya uang yang banyak, dan berniat untuk jadi kaya. Padahal, firman-Nya
mengingatkan kita dalam Amsal 23:4, “Jangan bersusah payah untuk menjadi kaya,
tinggalkan niatmu ini.” dan Mazmur 62:11, “Janganlah percaya kepada pemerasan,
janganlah menaruh harap yang sia-sia kepada perampasan; apabila harta makin bertambah, janganlah hatimu melekat padanya.”
Bukan berarti kita gak boleh jadi orang kaya. Tapi, kita tidak boleh
melekatkan hati kita padanya. Kita tidak boleh terikat dengan kekayaan itu,
sehingga kita memburu uang dan menjadi orang yang jahat. Tapi, kalau kita ingin
jadi orang kaya. Motivasi dan fokus kita hanyalah untuk mempersembahkan yang
terbaik untuk Tuhan dan menjadi efektif untuk pekerjaan-Nya. Semuanya punya
Tuhan, dan semuanya hanya untuk Tuhan. Tuhanlah satu-satunya yang menjadi
alasan kita hidup dan melakukan sesuatu.
