"Benih yang ditaburkan di tanah yang berbatu-batu ialah orang yang mendengar firman itu dan segera menerimanya dengan gembira. Tetapi ia tidak berakar dan tahan sebentar saja. Apabila datang penindasan atau penganiayaan karena firman itu, orang itu pun segera murtad." ―Matius 13:20-21
Di era hidup zaman saat ini, mental health menjadi sorotan di social
media dan masyarakat. Banyak orang mengkampanyekan tentang mental health,
dimana kehidupan harus berjalan dengan baik secara psikis maupun secara fisik.
Namun, saya melihat adanya kelemahan yang muncul dari generasi saat ini. Memang
hal tersebut sangat terpengaruh oleh generasi yang tumbuh di-eranya
masing-masing. Tetapi suatu sorotan agar mental health terjaga membuat generasi
saat ini menjadi lemah akan tantangan dan rintangan hidup. Sedikit-sedikit,
trauma. Sedikit-sedikit, luka, yang membuat generasi saat ini menjadi tidak
tangguh dalam menghadapi tantangan hidup. Dunia akan selalu seperti ini. Dunia
akan selalu menyebalkan, menjengkelkan, dan melelahkan. Dunia tetap dengan
karakteristiknya yang seringkali di luar dari ekspektasi dan keinginan kita.
Namun ketika hal tersebut terjadi dan mental health kita menjadi tameng agar
selalu terjaga, membuat anak muda menjadi lemah menjalani hidup.
Walau banyak tantangan dan rintangan dalam hidup ini, anak muda generasi
manapun harus bisa survive dalam segala keadaan hidup. Dunia akan melatih kita
memiliki ketangguhan yang luar biasa dalam menjalani hidup. Bagaimana meresponi
kehidupan dengan baik. Bagaimana tetap teduh menjalani hari-hari di tengah
kondisi dunia yang riuh akan berbagai perdebatan dan persoalan hidup. Dan itu
juga yang mengajarkan kita untuk tetap berpegang teguh pada Tuhan dan membawa
diri kita kepada-Nya. Saat-saat lemah dalam hidup dan ketidaksesuaian antara
keinginan dan kenyataan membuat kita berpaling pada-Nya dan menyadari bahwa
hanya Tuhanlah satu-satunya kebutuhan kita. Tuhanlah jawaban dari setiap
gundah, gelisah, dan gemuruh dalam pikiran kita. Itulah kehidupan ini ada. Maka
kita perlu memaknai dengan benar, apa arti hidup ini? Coba tanyakan dalam
dirimu, apa arti hidup mu? Renungkan dan pikirkan untuk apa aku ada di dunia
ini?
