Tetapi bertumbuhlah dalam kasih karunia dan dalam pengenalan akan Tuhan dan Juruselamat kita, Yesus Kristus. Bagi-Nya kemuliaan, sekarang dan sampai selama-lamanya. ―2 Petrus 3:18
Ada
satu cerita tentang anak kecil yang sedang menunggu benih sebuah pohon untuk
tumbuh. Anak kecil tersebut menabur sebuah benih dipekarangannya, dia menggali
tanah tersebut dan menaruh benih pohon di dalam tanah itu. Lalu anak kecil itu
memberinya air dan menunggu di sekitar benih pohon tersebut untuk melihatnya
tumbuh. Kemudian di sore hari, kakanya baru pulang dari sekolah dan melihat
adiknya duduk bertopang dagu kepanasan. Kakaknya bertanya, “sedang apa kau di
sini adik”. Adiknya menjawab, “aku sedang menunggu benih yang aku tabur untuk
bertumbuh menjadi pohon” (dengan mempragakan pohon yang besar). Lalu kakanya
tersenyum dan menyentuh kepala adiknya seraya mengatakan “ada-ada saja”.
Kakaknya masuk ke rumah, dan adiknya tetap menunggu di sekitar benih pohon yang
ia tabur sambil bersila tangan. Setelah kakak tersebut mengganti pakaian
sekolahnya, kakak itu duduk di samping adiknya itu. Ia mengatakan, “Adik aku
yang sangat manis, lucu, dan menggemaskan. Kamu mau menunggu di sini sampai
seminggu juga itu pohon tidak akan tumbuh dengan cepat sayangg” (sambil
menjewer pipinya yang menggemaskan)
Dalam ilustrasi tersebut, kita bisa
menyadari bahwa segala sesuatu dalam hidup ini memerlukan proses dengan waktu
tertentu. Ada waktu untuk segala sesuatu dalam hidup ini. Seperti benih pohon
yang adik tersebut tabur, Ia tidak dengan instan menjadi pohon yang tumbuh
dengan besar. Hidup ini juga seperti itu. Kita perlu proses untuk menjadi
dewasa dalam hidup ini. Kita perlu pupuk kehidupan, kita perlu dirawat, kita
perlu diberi air, kita perlu dipangkas sama halnya dengan proses pertumbuhan
pohon. Maka, mari kita nikmati setiap proses hidup kita. Kita nikmati setiap
pupuk yang Tuhan berikan, kita nikmati setiap perawatan yang Tuhan berikan,
kita nikmati setiap air yang Tuhan berikan dan kita nikmati juga setiap hal
yang mungkin harus di pangkas dalam hidup kita.
